Balidalamberita.com, JEMBRANA – Sekolah Sepak Bola (SSB) Manistutu United terus berupaya mengembangkan diri di tengah keterbatasan. Salah satunya adalah minimnya turnamen usia dini yang diselenggarakan di Kabupaten Jembrana. Turnamen lebih banyak berada di Kota Denpasar yang membutuhkan biaya cukup tinggi untuk menjangkaunya. Celakanya, jumlah SSB yang masih aktif di Kabupaten Jembrana juga bisa dihitung dengan jari.
Sebagai SSB yang ada di desa dan dijalankan dengan prinsip gotong royong, efisiensi adalah hal yang sangat penting untuk memastikan keberlangsungan SSB. Terlebih, kontribusi orang tua siswa di Desa, tentu tidak sebesar SSB yang ada di kota dan bersifat sukarela.
Hal ini diungkapkan oleh I Komang Panduyasa selaku Ketua SSB Manistutu United, akhirnya mendorong Pengurus SSB harus berupaya keras untuk mencari alternatif solusi. Salah satunya adalah aktif menjalin kerjasama dengan SSB di Jawa Timur, yang secara geografis relatif lebih dekat dengan Kabupaten Jembrana.
Pengikatan kerjasama dilaksanakan pada 1 Mei 2026 bertempat di Balai Desa Manistutu antara SSB Manistutu United dengan SSB Pesat Banyuwangi. Menurut Komang Panduyasa, ruang lingkup kerjasama antara SSB Manistutu United dengan SSB Pesat Banyuwangi antara lain memberikan kesempatan pemain untuk saling belajar dalam program belajar di SSB masing-masing berdurasi waktu 1 tahun.
Selain itu, dijelaskan Komang Pandu kerjasama dimaksud diharapkan mampu untuk saling tukar menukar pengalaman didalam melakukan proses pembinaan anak-anak usia dini. Program ini sangat dirasakan manfaatnya karena dapat memperkaya khasanah dan referensi pelaksanaan pembinaan.
Program lain yang juga sangat dirasakan manfaatnya adalah program tugas belajar pemain yang membuat pemain-pemain di kedua SSB dapat saling belajar teknik dan skill antar pemain. “Yang paling penting adalah pemain belajar kemampuan beradaptasi, sebagai salah satu kemampuan dasar. Mereka bisa bermain dengan siapapun dan setiap bermain dengan tim atau pemain baru, mereka mendapatkan pelajaran baru”ungkapnya.
Penandatanganan MoU yang berdurasi 1 tahun ini, disaksikan langsung oleh Perbekel Manistutu, I Komang Budiana yang juga Penanggungjawab SSB Manistutu United.
Sebagai tindaklanjut implementasi MoU, Pengurus SSB Manistutu United dan Coach beserta pemain SSB Manistutu United akan melaksanakan kunjungan dan latihan pada Bulan Juni depan ke SSB Pesat Banyuwangi.
