
Balidalamberita.com, JEMBRANA – Korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya bernama Jasad Mukhamad Syakur (37) yang berasal dari Pasuruan ditemukan di Pantai Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Penemuan Jasad Syakur setelah tiga bulan atau bertepatan juga dengan peringatan 100 harinya. Sementara mobil ambulans yang membawa jenazah sudah tiba di kediaman Kranggilan, Kelurahan Krapyakrejo, Kota Pasuruan, pada Selasa, 7 Oktober 2025 pukul 20.30 WIB. Keluarga serta para pelayat terlihat menunggu sejak sore menyambut kedatangannya.
Ketika proses peti diturunkan, tangis keluarga justru pecah. Keharuan menyelimuti para pelayat yang datang ke rumah duka. Tidak lama kemudian, masyarakat mengadakan tahlilan, mensholatkan jenazah di masjid terdekat, selanjutnya memakamkan mendiang di TPU Krapyakrejo.
Menurut Zakiyah, adik kandung Syakur, mengungkapkan jika jasad kakaknya bertepatan dengan seratus hari usai musibah kapal tenggelam.
Ia mengaku tidak mempunyai firasat apapun menjelang kabar penemuan tersebut datang. Tetapi, begitu memperoleh informasi dari pihak berwenang, keluarga langsung meyakinkan jika jasad yang dimaksud yaitu Syakur.
“Iya, jika dari hitungan itu pas 100 harinya Mas Syakur. Tidak ada firasat apa-apa. Kami yakin jika itu adalah Mas Syakur dari tas yang digunakannya, serta identitas yang masih lengkap didalamnya,” ucap Zakiyah.
“Kami sekeluarga sudah ikhlas. Mungkin ini cara Allah menunjukkan kebesaran-Nya. Almarhum orang baik, semoga ditempatkan pada tempat terbaik,” imbuhnya.
Keluarga mengungkapkan sudah pasrah sejak pencarian dihentikan oleh tim Basarnas. Tetapi, doa supaya jasad Syakur dapat ditemukan tidak pernah putus.
