Oktober 15, 2026
Empat Pilar Kebangsaan

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, Anggota Komisi VI DPR RI, saat memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada pelaku UMKM di PLUT KUMKM Sesetan, Denpasar, Sabtu, 17 Mei 2025.

Balidalamberita.com, DENPASAR – Dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan digitalisasi, penguatan Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan fundamental untuk menjaga keutuhan bangsa.

Pilar-pilar ini tidak hanya penting sebagai identitas dan jati diri nasional, tetapi juga sebagai panduan dalam menghadapi derasnya arus informasi, budaya asing, dan disrupsi teknologi yang kian masif.

Peran pemuda menjadi sangat vital dalam konteks ini. Sebagai agen perubahan dan generasi yang paling akrab dengan teknologi, pemuda memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan ke dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam aktivitas digital seperti media sosial, startup, komunitas kreatif, hingga kegiatan wirausaha.

Namun, penguatan nilai-nilai kebangsaan tak bisa dilepaskan dari sektor ekonomi kerakyatan.

Dalam upaya konkret membumikan Empat Pilar, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, S.T., M.Si., melaksanakan sosialisasi Empat Pilar kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di PLUT KUMKM Sesetan, Denpasar, pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat khususnya pelaku UMKM terhadap nilai-nilai kebangsaan. Dalam sambutannya, Kesuma Kelakan menekankan pentingnya koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat dan sekaligus wahana memperkuat semangat persatuan serta cinta Tanah Air.

“Bagaimana UMKM koperasi ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah, kemudian semua pengusaha mempunyai rasa nasionalisme sebagai pondasi berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh yang memaparkan tentang perkoperasian dan peluang UMKM.

Direktur Rumah BUMN Denpasar, I Made Abdi Negara, juga turut memberikan kiat-kiat serta inovasi untuk pengembangan usaha sekaligus motivasi kepada para pelaku UMKM, untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan dihadiri oleh berbagai pelaku UMKM lokal. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan tentang pentingnya Pancasila dan kebangsaan, tetapi juga menyampaikan keluhan mengenai akses pembiayaan, keterbatasan modal, dan kurangnya pendampingan teknis.

Vivi, salah satu peserta, mengaku kegiatan ini sangat membantunya memahami peran koperasi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Saya merasa sangat terbantu. Selain mendapat pemahaman soal Empat Pilar, saya juga jadi tahu bagaimana koperasi bisa membantu usaha saya berkembang,” ungkapnya.

Dalam era digital-global ini, sinergi antara pemuda dan pelaku UMKM menjadi krusial. Pemuda harus tampil sebagai pemimpin yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga berlandaskan nilai kebangsaan. Sementara UMKM, sebagai tulang punggung ekonomi nasional, perlu didorong menjadi pelaku usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan keadilan sosial.

Kegiatan seperti yang dilakukan oleh I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menunjukkan pentingnya pendekatan langsung kepada masyarakat dalam menanamkan Empat Pilar. Pemuda dan pelaku UMKM harus terus didorong menjadi subjek perubahan yang tak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga teguh dalam memegang nilai-nilai kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *