Oktober 15, 2026
Pecalang Bali tolak ormas premanisme

Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 desa adat di Bali mengikuti acara Gelar Agung Pacalang di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar, Sabtu (17/5/2025), untuk mendeklarasikan penolakan terhadap premanisme berkedok ormas.

Balidalamberita.com, DENPASAR – Sebanyak 13.000 pecalang dari 1.500 desa adat di seluruh Bali menyatakan sikap tegas menolak keberadaan preman yang berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas). Penolakan tersebut dikumandangkan dalam Deklarasi Pecalang Bali saat acara Gelar Agung Pacalang yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, yang juga menjabat sebagai Bendesa Agung Bali.

“Pecalang Bali sejak leluhur sudah menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Pecalang Bali menolak kriminalisme, premanisme, dan sikap anarkis yang dilakukan oleh preman berbaju ormas dan berkedok ormas,” tegas Ida Penglingsir Agung dalam sambutannya.

Tiga Poin Deklarasi

Dalam deklarasi tersebut, disampaikan tiga poin utama:

  1. Menolak kehadiran ormas yang mengatasnamakan keamanan dan ketertiban sosial namun justru melakukan tindakan premanisme, kekerasan, serta intimidasi yang meresahkan masyarakat Bali.
  2. Mendukung penuh TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali, termasuk dalam menindak tegas segala bentuk kriminalitas berkedok ormas.
  3. Mendukung sistem keamanan terpadu berbasis desa adat (Sipandu Beradat) serta Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) sebagai upaya menjaga keamanan wilayah adat.

Pecalang: Garda Terdepan Bali

Menurut Ida Penglingsir Agung, eksistensi pecalang merupakan bagian dari sistem tradisional Bali yang terbukti ampuh menjaga keamanan sejak dahulu kala.

“Desa adat di Bali selama bertahun-tahun sudah memiliki pecalang yang berkolaborasi dengan aparat kepolisian dan TNI. Ini sudah sangat cukup untuk menjaga keamanan Bali,” jelasnya.

Harapan Dukungan Pemerintah

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah provinsi dalam memperhatikan kesejahteraan pecalang, termasuk pemberian insentif. Menurutnya, pecalang tidak hanya menjaga kegiatan adat, tetapi juga menjadi garda depan dalam melawan gangguan keamanan yang bisa mengancam stabilitas sosial dan budaya Bali.

Respons atas Maraknya Premanisme

Deklarasi ini juga menjadi respons atas fenomena premanisme berkedok ormas yang belakangan ini mulai meresahkan masyarakat. Dengan soliditas yang ditunjukkan oleh ribuan pecalang dalam acara ini, desa adat di Bali kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga Bali tetap aman, damai, dan bermartabat, berdasarkan nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *