Ilustrasi Gamelan dari Desa Tihingan (Sumber foto: Pixabay/Dedy_Timbul)
Balidalamberita.com, KLUNGKUNG – Terletak di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Desa Tihingan dikenal sebagai salah satu desa adat kuno di Bali yang menjadi sentra produksi gamelan tradisional Bali. Masyarakat Bali dan wisatawan lokal maupun mancanegara telah lama mengenal desa ini karena keindahan alam dan kekayaan budayanya.
Ketika Anda berkunjung ke Bali, sempatkan diri untuk menyusuri Desa Tihingan yang menawarkan panorama alam memukau serta jejak sejarah purbakala. Berdasarkan Prasasti Kumpulan Dr. Goris, nama Tihingan pertama kali disebut dalam konteks warga yang bertugas menyediakan kebutuhan berbahan kayu dan bambu—terutama untuk keperluan upacara yadnya.
Dalam prasasti tersebut tertulis: “Kabukating laku langkah kayu tring tihing tanggung yatha teriy besar seni” yang berarti adanya warga yang menjamin perlengkapan upacara berbahan dasar kayu maupun bambu. Alat-alat tersebut seperti kukusan, saingan, sok, dan berbagai anyaman bambu lainnya digunakan dalam upacara adat dan keagamaan.
Secara administratif, Desa Tihingan memiliki satu kepala desa yang memimpin empat dusun:
- Dusun Mungguna
- Dusun Pau
- Dusun Penasan
- Dusun Tihingan (pusat pemerintahan)
Ketika berada di desa ini, Anda akan menjumpai deretan pura-pura yang berdiri kokoh, serta berbagai peninggalan purbakala yang masih terawat hingga kini. Desa ini juga memiliki dua desa adat tua, yaitu Desa Adat Pau dan Desa Adat Penasan, yang lebih dahulu berdiri sebelum terbentuknya Desa Adat Tihingan.
Menariknya, di Bali, beberapa nama desa mencerminkan profesi atau tanggung jawab masyarakatnya. Misalnya:
- Desa Sangging (pengukir),
- Desa Pande (pandai besi),
- Desa Pegending (pemain gamelan), dan
- Desa Parbuayang (pembuat perahu).
Semua desa ini termasuk dalam kategori desa purba, seperti halnya Desa Tihingan.
Menurut kepercayaan warga setempat, nenek moyang mereka berasal dari kelompok keluarga yang memiliki tanggung jawab khusus dalam menyiapkan peralatan berbahan bambu untuk keperluan upacara yadnya. Inilah yang membuat Desa Tihingan kaya akan nilai-nilai spiritual, budaya, dan sejarah yang terus dijaga hingga kini.
