Oktober 15, 2026
Wayan Koster yang menanggapi soal demo yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk Bali (Sumber foto: istimewa)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Berita terpopuler kali ini akan membahas tentang gubernur Bali, Wayan Koster yang mengatakan jika aksi refleksi ojek online (ojol) yang terjadi di Denpasar diduga ada penyusup dari pihak luar.

Seperti diketahui, terdapat 25 orang yang telah diamankan oleh aparat, namun hanya 3 orang saja yang benar-benar merupakan warga Bali asli dengan menggunakan KTP Bali, sedangkan sisanya ternyata bukan berasal dari Bali dan warga luar daerah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Koster ketika menjadi pembicara pada perwakilan ojol yang berlangsung di Jayasabha Denpasar, Sabtu, 30 Agustus 2025 malam, bersama dengan jajaran Forkompimda Bali.

“Saya memperoleh informasi dari 25 orang yang diamankan hanya 3 yang memiliki KTP Bali, yang lainnya bukan. Berarti ini kan sudah disusupi. Kalau disusupi melebar dia, eskalasinya meluas kan kita semua menjadi rugi,” ucapnya.

Pada saat pertemuan tersebut, Koster mendengarkan segala aspirasi yang disampaikan oleh para pengemudi ojol yang sebelumnya juga mengadakan aksi unjuk rasa serupa di berbagai titik di Denpasar.

“Menurut saya rasa solidaritas yang disampaikan oleh kawan-kawan di Bali ini sudah cukup. Jangan demo-demo lagi,” imbuhnya.

Menurutnya, pemahaman solidaritas tersebut, tetapi menekankan jika aksi di jalanan rawan ditempeli oknum yang tidak bertanggung jawab.

Wayan Koster juga menanggapi kejadian yang terjadi di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam, sehingga membuat gaduh di mana seorang pengemudi ojol meninggal dunia. Ia berharap kejadian yang sama tidak terjadi di Bali pada kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *