Oktober 15, 2026
pembangunan daerah

I.G.N. Kesuma Kelakan, ST., M.Si. dan Dr. I Wayan Repiyasa, S.Pd., M.Pd. saat menyampaikan materi dalam diskusi pembangunan daerah di Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Selasa (29/4/2026).

Balidalamberita.com, TABANAN, 29 April 2026 – Pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan menjadi topik utama dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan di Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang membahas pentingnya strategi pembangunan yang tepat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, I.G.N. Kesuma Kelakan, ST., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan daerah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, hingga saat ini masih terdapat ketimpangan antar wilayah, baik dalam hal infrastruktur, pelayanan publik, maupun pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, percepatan pembangunan perlu dilakukan secara terencana, berkualitas, dan berorientasi pada pemerataan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan yang efektif harus didukung oleh perencanaan berbasis data, pembangunan infrastruktur yang memadai, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dorongan investasi. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan inovasi juga dinilai penting untuk mempercepat pembangunan, dengan tetap mengedepankan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat serta pengawasan yang transparan.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. I Wayan Repiyasa, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, potensi tersebut perlu diidentifikasi dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan potensi lokal perlu didukung oleh infrastruktur yang baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing. Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.

Kedua narasumber juga mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan anggaran, kondisi geografis, kualitas sumber daya manusia yang belum merata, serta kurangnya koordinasi antar lembaga. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang inovatif dan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak untuk mengatasi kendala tersebut.

Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian penting agar pembangunan tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan. Dengan menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, diharapkan pembangunan daerah dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan daerah yang merata dan berbasis potensi lokal. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan di Kabupaten Tabanan dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *