Oktober 15, 2026
Unjuk rasa yang terjadi di Bali (Sumber foto: Instagram @karangasemcerita)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Massa aksi gabungan dari ojek online (Ojol), para mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya terlihat datang dan melakukan unjuk rasa ke Mapolda Bali, Jalan Wr. Supratman, Denpasar, Bali pada Sabtu, 30 Agustus 2025 siang.

Mereka datang ke Mapolda Bali bukan tanpa sebab, demonstrasi yang bernama, “Seruan Aksi Aliansi Bali Tidak Diam,” merupakan suatu tuntutan dalam pengusutan tuntas serta pertanggungjawaban pihak kepolisian dan pemerintah atas tewasnya ojek online (ojol) di Jakarta.

Pintu gerbang Mapolda Bali menjadi sasaran amukan sejumlah elemen masyarakat saat aksi unjuk rasa yang berlangsung di Mapolda Bali.

Mereka mencoba masuk dengan cara menerjang, melempar flare kepada para petugas yang sedang berjaga di sana, dan melempar batu, kayu, serta air mineral plastik botol ke arah gedung.

Atas kegaduhan yang terjadi, membuat para petugas kepolisian di Mapolda Bali diterjunkan dan mereka terlihat menciptakan barisan pengamanan demi menanggulangi massa yang berkerumun.

Selain itu, dua kendaraan water canon yang langsung keluar dari Mapolda Bali dan menyemprotkan terhadap massa aksi sampai mereka mundur ke arah belakang.

Pihak kepolisian juga terlihat mengeluarkan kendaraan rantis dan barracuda.

Demonstrasi yang berujung ricuh tersebut merupakan buntut kasus driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan yang meninggal dunia karena dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob oleh aparat kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *