Oktober 15, 2026
Masyarakat Desa Sidetapa di Bali (Instagram @putulindayani)

Balidalamberita.com, BULELENG – Desa Sidetapa adalah salah satu Desa Bali Aga yang harus mempertahankan kepercayaan, tradisi adat, dan melestarikan warisan dari leluhurnya.

Asal kata dari Desa Sidetapa adalah “side” atau “tapa” yang merupakan bertapa atau bersemedi.

Sejarah Desa Sidetapa

Tercatat desa ini sudah berdiri sejak 785 Masehi, ketika zaman Kerajaan Bedahulu atau pada masa pemerintahan Raja Maya Danawa yang sangat dipuja oleh masyarakat setempat karena sifat tirani yang dimilikinya.

Di sini maka melakukan pembangunan suatu lokasi pemujaan bagi dewa-dewa yang ada di tempat tinggalnya masing-masing.

Dewa dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa adalah Ida Panembahan di Desa Sidetapa yang memiliki kekuatan 8 taksu atau penghormatan saat upacara adat berlangsung, meliputi Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Pura Parahyangan Taman Kayuan Mas yang ada di Tukad Tibu Sagi atau Mampeh adalah tempat suci untuk pembersihan dan melasti melalui upacara pakiisan kauh yang berlangsung selama 3 tahun sekali dalam menyucikan upacara.

Tempat suci Kahyangan Batu Kerotok yang berada di desa Sidetapa terdiri atas kumpulan batu yang mempunyai ukuran kecil yang berada di tepi tebing tidak memiliki pelinggih yang mempunyai kekuatan suci.

Jika ingin menuju bangunan suci yang ada di desa tersebut maka harus meminta izin terlebih dulu, selain itu tempat ini tanpa mempunyai konsep Tri Kahyangan.

Desa Sidetapa memiliki keindahan alam yang luar biasa dan berlokasi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *