Oktober 15, 2026
Kelingking Beach, Nusa Penida (Tripadvisor)

Balidalamberita.com, KLUNGKUNG – Pembangunan lift kaca di kawasan wisata Kelingking Beach, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali terpaksa dihentikan sementara.

Langkah ini mulai berlaku sejak Jumat (31/10/2025) setelah muncul temuan bahwa sejumlah izin proyek tersebut belum lengkap.

Ketua Pansus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset Daerah DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha, turun langsung ke lokasi untuk memeriksa.

Hasilnya, ditemukan sejumlah kelengkapan administrasi yang masih belum terpenuhi. Tak lama kemudian, Satpol PP Provinsi Bali pun memasang garis polisi di area proyek sebagai tanda penghentian sementara.

“Alasannya sederhana. Pertama, perizinan masih ada yang bolong. Kedua, kami ingin evaluasi titik kegiatan. Dan ketiga, ada beberapa dokumen lain yang perlu kami kaji lebih dalam,” ujar Supartha.

Proyek lift kaca ini sejak awal memang memicu kontroversi. Banyak pihak khawatir keberadaannya akan mengganggu keindahan alami Kelingking Beach — destinasi yang terkenal karena tebing curamnya yang ikonik dan panorama lautnya yang memukau.

Lift tersebut rencananya akan dibangun setinggi 182 meter dengan nilai investasi mencapai Rp 200 miliar, angka yang tak hanya besar tapi juga menimbulkan perdebatan panjang di kalangan masyarakat.

Kritik dari DPR RI: “Jangan Rusak Alam yang Sudah Indah”

Penolakan terhadap proyek ini juga datang dari Anggota DPR RI, I Nyoman Parta. Ia menegaskan, pembangunan fasilitas seperti lift justru bisa merusak harmoni alam yang menjadi daya tarik utama pantai tersebut.

“Jangan tambahkan ornamen yang tidak nyambung dengan view pantainya. Kalau tebingnya terjal, ya biarkan begitu. Kalau berbahaya, jangan dipaksakan naik. Jangan sampai keindahan alam itu dirusak,” tegas Parta di Denpasar, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, setiap elemen alam, termasuk tebing dan batu karang, memiliki makna tersendiri yang tidak seharusnya diubah.

“Kalau mau menikmati pantai, ya nikmati saja seperti apa adanya — ada ombak, ada karang, ada tebing. Itu justru yang membuatnya istimewa,” tambahnya.

Bencana Jadi Pelajaran: Warga Kini Lebih Kritis

Parta juga menyinggung banjir bandang yang melanda Bali pada 10 September 2025, yang menurutnya menjadi titik balik bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap tata ruang dan kelestarian lingkungan.

Ia menilai kini semakin banyak warga yang berani bersuara terkait pemanfaatan ruang dan proyek-proyek yang dinilai berpotensi merusak alam.

“Masyarakat makin kritis. Banyak yang mulai memperhatikan dan mempertanyakan soal rencana pembangunan lift di Kelingking Beach,” ujarnya.

Meski demikian, Parta mengaku belum mendapatkan kepastian soal kabar yang menyebut adanya investor dari Tiongkok di balik proyek tersebut.

Dinas Pariwisata Klungkung: Masih Butuh Koordinasi Lanjutan

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Ni Made Sulistiawati, mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan awal bahwa proyek lift kaca ini sudah memiliki izin, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perizinan.

Namun, untuk memastikan hal tersebut, diperlukan pengecekan lebih lanjut ke berbagai instansi terkait.

“Saya belum bisa menjelaskan secara detail soal kepemilikan dan siapa investornya. Kami masih perlu berkoordinasi dengan Dinas PU, Dinas Perizinan, dan Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keterangan lengkap baru akan disampaikan setelah semua data terkumpul.

“Nanti kalau sudah ada hasil koordinasi dari masing-masing dinas, baru kami sampaikan secara resmi,” tutupnya.

Untuk sementara, pembangunan lift kaca di Kelingking Beach dihentikan sampai seluruh izin dan dokumen dinyatakan lengkap.

Proyek ini kini menjadi sorotan publik karena menyentuh dua hal yang sensitif sekaligus: keinginan membuka akses wisatawan yang lebih mudah, dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam yang menjadi jantung pariwisata Nusa Penida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *