Oktober 15, 2026
Pembangunan Daerah Desa Kuwum Tabanan

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, ST., M.Si., saat memaparkan materi mengenai pentingnya percepatan dan pemerataan pembangunan daerah dalam kegiatan sosialisasi di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Minggu (23/8/2026).

Balidalamberita.com, TABANAN, BALI – Percepatan dan pemerataan pembangunan daerah menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Langkah ini menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga pemberdayaan potensi ekonomi berbasis desa.

Hal tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi bertema “Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah” yang diselenggarakan di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (23/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, ST., M.Si., hadir sebagai narasumber pertama. Ia menekankan pentingnya penguatan peran pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurut pria yang akrab disapa Alit Kelakan ini, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada proyek fisik semata. Lebih dari itu, pemerataan harus mencakup peningkatan kualitas pendidikan, akses kesehatan, perbaikan pelayanan publik, penyediaan kesempatan kerja, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

“Indonesia memiliki keragaman geografis, sosial, dan budaya. Kebutuhan tiap wilayah tentu berbeda. Di sinilah peran strategis pemerintah daerah yang lebih dekat dengan masyarakat untuk memahami potensi sekaligus persoalan riil di lapangan,” ujar Alit Kelakan.

Ia menambahkan, perencanaan pembangunan harus berbasis data akurat mengenai kondisi sosial-ekonomi dan infrastruktur daerah. Dengan demikian, alokasi anggaran dan program dapat tepat sasaran, terutama bagi wilayah perdesaan serta kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Selain peningkatan akses pendidikan dan kesehatan di tingkat desa, Alit Kelakan juga menggarisbawahi pentingnya mendorong percepatan sektor-sektor produktif lokal seperti UMKM, pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif melalui pendampingan, akses pembiayaan, digitalisasi, serta kemudahan perizinan.

Sesi kedua dilanjutkan oleh praktisi dan akademisi, Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., M.H., yang menyoroti pentingnya pembangunan daerah berbasis potensi lokal sebagai fondasi utama penguatan ekonomi masyarakat.

Putu Eka menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki keunggulan komparatif yang beragam, baik di sektor pertanian, perkebunan, industri kreatif, maupun pariwisata. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.

“Pengembangan potensi lokal harus berorientasi pada peningkatan nilai tambah (value added). Komoditas hasil pertanian atau kerajinan tangan perlu diolah dan dikemas secara modern agar memiliki daya saing serta memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi warga desa,” tegas Putu Eka.

Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi para pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan modal, manajemen usaha, kualitas kemasan, hingga akses pemasaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce, media sosial, dan sistem pembayaran digital (QRIS) agar produk lokal Desa Kuwum dan Tabanan dapat menembus pasar nasional hingga internasional.

Kedua pemateri sepakat bahwa keberhasilan percepatan dan pemerataan pembangunan membutuhkan kolaborasi multisektoral (pentahelix). Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan harus membangun sinergi kuat dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, koperasi, dan lembaga keuangan.

Selain itu, prinsip keberlanjutan lingkungan juga menjadi sorotan penting. Pemanfaatan potensi alam harus dilakukan secara bijaksana agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan hidup yang menjadi tumpuan generasi mendatang.

Melalui perencanaan yang matang, pemerataan layanan dasar, pemanfaatan teknologi, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Desa Kuwum diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak kemandirian ekonomi di Kabupaten Tabanan. Kemandirian yang dibangun dari tingkat desa inilah yang pada akhirnya akan memperkuat struktur pembangunan nasional secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *