Oktober 15, 2026
Pembangunan Berwawasan Lingkungan Tabanan

Anggota DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan dan praktisi I Wayan Repiyasa memberikan pemaparan dalam sosialisasi pembangunan berkelanjutan di Desa Banjar Anyar, Tabanan, Selasa (25/8/2026).

Balidalamberita.com, TABANAN — Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi pembangunan yang digelar di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh warga setempat, tokoh masyarakat, dan penggerak lingkungan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, ST., M.Si., serta praktisi pendidikan dan lingkungan, I Wayan Repiyasa, S.Pd., M.Pd.

Dalam paparan materi pertama, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menekankan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi dan megaproyek infrastruktur semata. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang melimpah harus memperhitungkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup agar tidak memicu krisis ekologis di masa depan.

“Pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum tanpa mengorbankan hak generasi mendatang. Di sinilah peran strategis pemerintah untuk hadir melalui regulasi yang tegas, penegakan hukum lingkungan yang adil, serta dorongan terhadap sektor industri dan dunia usaha agar menerapkan prinsip ekonomi hijau,” tegas legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Kesuma Kelakan juga menyoroti pentingnya pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha. Ia menambahkan bahwa kemitraan yang kuat dengan masyarakat akan membuat program penanganan sampah, penghijauan, dan konservasi air dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Melengkapi perspektif regulasi, I Wayan Repiyasa, S.Pd., M.Pd. membawakan materi kedua yang berfokus pada strategi implementasi pembangunan berkelanjutan di tingkat tapak dan perubahan perilaku masyarakat. Sebagai seorang praktisi, ia memaparkan bahwa ancaman perubahan iklim, deforestasi, dan penumpukan sampah perkotaan membutuhkan respons nyata dari unit sosial terkecil, yaitu keluarga dan komunitas desa.

“Pembangunan berwawasan lingkungan bukan sekadar konsep teori di atas kertas, melainkan aksi nyata sehari-hari. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber melalui bank sampah, penghematan energi dan air, hingga edukasi karakter peduli lingkungan sejak usia dini di sekolah maupun rumah,” ujar Wayan Repiyasa.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan potensi ekonomi ramah lingkungan seperti ekowisata dan daur ulang kreatif. Menurutnya, menjaga kelestarian alam tidak harus merugikan secara finansial, melainkan bisa menjadi sumber pendapatan baru yang stabil bagi masyarakat desa.

Melalui pemaparan kedua narasumber, warga Desa Banjar Anyar diajak untuk melihat bahwa isu keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Kombinasi antara kebijakan pemerintah yang konsisten, penegakan aturan yang adil, partisipasi aktif warga, serta keterlibatan sektor swasta menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi di Tabanan dan Bali pada umumnya dapat berjalan seiring dengan kelestarian alam.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta sepakat untuk terus memperkuat aksi gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program-program pembangunan hijau di wilayah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *