Oktober 15, 2026
Laklak khas Desa Tajen

Ilustrasi makanan tradisional Laklak dari Desa Tajen (Sumber Foto: disbud.bulelengkab.go.id)

Balidalamberita.com, TABANAN – Desa Tajen berlokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali dikenal mempunyai kuliner tradisional yang sangat unik.

Makanan tradisional ini dianggap sebagai daya tarik bagi pengunjung yang diberi nama Laklak khas dari Desa Tajen.

Laklak adalah kue tradisional khas Bali yang berbahan dasar daun pandan, santan, dan tepung beras, sehingga setelah makanan jadi maka akan mempunyai warna hijau alami.

  • Proses Pembuatan Laklak

Proses pembuatan dari makanan tradisional ini dimulai dengan percampuran tepung beras menggunakan santan, air, dan daun pandan sebagai adonan yang kental dan lembut.

Dalam pembuatan laklak, cetakan tanah liat tersebut diolesi sedikit minyak supaya adonan nantinya tidak lengket.

Makanan tradisional tersebut dimasak melalui cara tradisional dengan menggunakan tungku api yang berasal dari tanah liat.

Proses pembuatan laklak dari Desa ini dilakukan secara tradisional dengan menggunakan cetakan tanah liat yang kemudian dipanaskan di atas tungku.

Adonan dituangkan sedikit demi sedikit pada cetakan tersebut, selanjutnya ditutup dan dimasak sampai matang.

Setelah dirasa telah matang dan mempunyai tekstur makanan yang lembut serta kenyal dengan aroma makanan yang menggugah selera.

Maka, Laklak siap disajikan dengan menggunakan taburan kelapa parut di atasnya dan sedikit gula merah cair, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis hingga gurih.

Dengan adanya kelapa parut yang ditaburkan memberikan sentuhan tekstur yang menarik, sehingga makanan tradisional ini sangatlah menggugah selera.

Di Bali, laklak bukan hanya disajikan saat acara keluarga atau hari besar saja, namun juga banyak dijual di pasar tradisional dan warung-warung kecil.

Kue tersebut mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin merasakan cita rasa dari kuliner lokal dari Desa Tajen.

Saat ini, laklak menjadi salah satu cemilan khas Bali yang paling banyak dijumpai oleh wisatawan. Proses pembuatan dan penyajiannya yang masih tradisional menjadi simbol keberlangsungan budaya dan tradisi Bali yang masih kental dan adanya kepiawaian pengolahan bahan makanan lokal.

Dengan demikian, laklak bukan hanya sekadar makanan saja, namun menjadi representasi kekayaan dari warisan budaya dan makanan yang harus dilestarikan dari Desa Tajen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *