Ilustrasi proses transaksi tunai (pixabay.com).
Balidalamberita.com, DENPASAR—Penyaluran kredit perbankan di Bali pada Januari-Juni 2025 masih menunjukkan pertumbuhan meskipun lebih rendah dibandingkan periode sama tahun 2024.
Selama semester I-2025, nilai kredit yang disalurkan bank umum dan BPR seluruh Bali mencapai Rp115,82 triliun atau tumbuh 6,82 persen yoy lebih tinggi dibandingkan bulan Mei 2025 yang sebesar 6,41 persen.
“Namun sedikit termoderasi jika dibandingkan bulan Juni 2024 yang sebesar 7,19 persen (year on year),” ungkap Kepala OJK Bali Kristrianti Puji Rahayu, pada Senin, 15 September 2025.
Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp4,59 triliun atau 14,08 persen yoy (Juni 2024: 20,67 persen yoy). Tingginya pertumbuhan kredit investasi ini menggambarkan masih tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap prospek kondisi perekonomian di Bali.
Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,22 persen kredit di Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan sebesar 3,39 persen yoy. Penyaluran kredit UMKM di Bali lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, baik dari porsi kredit maupun pertumbuhan yang masing–masing berada pada angka 19,31 persen dan 2,22 persen yoy.
Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit didominasi oleh sektor Bukan Lapangan Usaha sebesar 33,64 persen dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 28,06 persen. Pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran di Sektor Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha sebesar Rp2,14 triliun (tumbuh 5,80 persen yoy) dan Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum yang bertambah sebesar Rp1,68 triliun (tumbuh 13,91 persen yoy).
Kualitas kredit perbankan di Bali tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 3,08 persen lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,32 persen (Mei 2025: 3,18 persen). Sementara itu, NPL net berada di posisi 2,15 persen, juga menurun dibandingkan posisi Juni 2024 yang sebesar 2,17 persen (Mei 2025: 2,20 persen).
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyatakan Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali sampai dengan posisi Juni 2025 tetap resilien dan terjaga stabil didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga. Kinerja intermediasi perbankan (Bank Umum dan BPR) di Provinsi Bali berdasarkan lokasi bank posisi Juni 2025 menunjukkan daya tahan yang solid.
