
Balidalamberita.com, DENPASAR – Sepasang kekasih yang ingin melangsungkan pernikahan di Bali perlu menjalankan prosesi pinangan terlebih dahulu sebelum resmi menjadi pengantin yang dikenal sebagai pernikahan dharma suaka.
Dharma suaka adalah tradisi yang memiliki kemiripan dengan meminang atau berdasarkan Bahasa Bali bermakna memadik.
Upacara ini memiliki makna yang sangat mendalam untuk umat Hindu Bali, karena memiliki tujuan dalam memperjelas keinginan dari pernikahan.
Selain itu, adanya upacara ini untuk membangun suatu komunikasi yang mendalam diantara kedua belah pihak.
Mengenal Pernikahan Dharma Suaka
Dharma suaka yang dikenal juga dengan istilah memadik ini, calon pengantin pria secara resmi akan meminang calon pengantin wanita.
Biasanya, upacara ini berlangsung selama 2 kali yang melalui perkenalan dari keluarga utama baik baik pihak laki-laki dan perempuan.
Pada kesempatan ini, jika kedua belah pihak memiliki kesepakatan dalam melangsungkan pernikahan, maka calon mempelai lelaki akan ikut serta dengan pihak keluarga besarnya agar berkunjung ke rumah calon pengantin wanita.
Dalam upacara dharma suaka, calon pasangan pengantin yang nantinya melangkahkan kaki ke jenjang pernikahan diharapkan melalui tradisi ini dapat memahami arti dari pernikahan yang sesungguhnya.
Pernikahan dharma suaka sering menggunakan juru raos atau ahli bahasa acara acara dari meminang yang dilakukan dapat berjalan lancar.
