Oktober 15, 2026
Desa Wisata Undisan

potret Desa Wisata Undisan di Tembuku (sumber foto: wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)

Balidalamberita.com, BANGLI – Jika kamu berkunjung ke Kabupaten Bangli, Bali, jangan lupa singgah ke Desa Wisata Undisan yang terletak di Kecamatan Tembuku. Desa ini telah mencuri perhatian wisatawan karena kekayaan budaya dan tradisinya yang memukau.

Desa Wisata Undisan menawarkan berbagai keistimewaan yang menjadikannya salah satu destinasi unggulan di Bali. Yuk, simak berbagai keunggulannya berikut ini:

1. Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)

Pada tahun 2022, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan Desa Wisata Undisan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Penghargaan ini menandai kualitas dan potensi wisata luar biasa yang dimiliki Undisan.

2. Pusat Kerajinan Bunga Emas dan Perak

Desa ini dikenal sebagai sentra kerajinan bunga berbahan kuningan yang dilapisi emas hingga perak. Pengrajin lokal mengemasnya secara kreatif untuk menarik wisatawan. Selain itu, pengunjung juga bisa ikut membuat bunga kuningan, memasak sate lilit khas Bali, atau membeli cenderamata unik.

3. Warga yang Tekun Menggeluti Beragam Profesi

Warga Desa Undisan menjalani berbagai pekerjaan, seperti bertani, berkebun, dan beternak. Keberagaman ini memperlihatkan kearifan lokal serta semangat mandiri masyarakat desa.

4. Fasilitas Lengkap dan Ramah Wisatawan

Desa ini telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, antara lain restoran, area parkir luas, kamar mandi umum, koneksi wifi, toko suvenir, serta spot-spot foto Instagramable yang menarik untuk dokumentasi perjalanan.

5. Aktivitas Wisata Menarik dan Budaya yang Hidup

Di Desa Wisata Undisan, wisatawan bisa mengikuti aktivitas seperti trekking di persawahan, bersepeda santai, hingga belajar membuat minyak kelapa tradisional. Pengunjung juga bisa mencoba yoga, meditasi, dan bahkan membajak sawah bersama petani lokal.

Tak hanya itu, Undisan juga aktif melestarikan budaya, seperti merawat pura dan subak, menggelar upacara ngaben, serta menampilkan tarian sakral yang penuh nilai spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *