Oktober 15, 2026
IMG-20250906-WA0065

IGN Kesuma Kelakan ST., M.Si Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan kembali melaksanakan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika bertempat di Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli pada Sabtu, 6 September 2025.

Dalam sosialisasi ini, Kesuma Kelakan menegaskan pentingnya untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan utama untuk memastikan keberlangsung berbangsa dan bernegara. Dalam konteks tersebut, kehadiran 4 Pilar Kebangsaan menjadi sangat penting dalam memperkuat ikatan kebangsaan sekaligus menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat.
“Keempat pilar ini, tidak boleh hanya bersifat normatif, tetapi juga harus diinternalisasikan dalam setiap aspek kehidupan bahkan dalam interaksi sosial sehari-hari”ungkapnya.
Dalam era globalisasi saat ini, arus informasi, teknologi dan budaya asing masuk begitu cepat ke dalam sendi kehidupan dan hal tersebut membawa peluang sekaligus ancaman.

Globalisasi di satu sisi mempercepat pembangunan nasional melalui berbagai strategi inovasi, kerjasama internasional dan keterbukaan terhadap dunia luar. Namun kondisi yang sama juga bisa saja membawa pengaruh budaya asing, mengikis identitas nasionalisme, melemahkan semangat kebangsaan dan fenomena lain seperti intoleransi, radikalisme dan penyalahgunaan media sosial.

Dalam paparannya, Kesuma Kelakan juga menegaskan tentang dinamika politik dan ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat tergerusnya nilai nilai nasionalisme masyarakat. Sedangkan disisi lain, saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat membutuhkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia sehingga bingkai kekuatan negara dapat dimaksimalkan untuk mempercepat pembangunan nasional menuju Indonesia maju dan bermartabat.

“Sosialisasi ini juga merupakan salah satu penegasan bahwa tugas untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bukan hanya menjadi tugas pemerintah namun merupakan tanggungjawab seluruh rakyat Indonesia”tegasnya

Dalam sebuah konsep kekuatan, keutuhan dan kokohnya kepribadian nasional, maka kehadiran empat pilar kebanggsaan ini tidak akan berdiri sendiri, bahkan akan saling memperkuat satu sama lain. Kepercayaan kepada Tuhan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengedepankan musyawarah serta menegakkan keadilan sosial, menjadi salah satu konsep penguat kehidupan berbangsa dan bernegara.

UUD 1945 menjadi penjamin penting atas proses kehidupan berbangsa dijalankan sesuai dengan hukum dan prinsip demokrasi. Pancasila menjadi dasar negara sekaligus ideologi bangsa yang lahir dari nilai nilai luhur budaya dan sejarah perjuangan rakyat. NKRI sendiri berperan sebagai bentuk final negara yang menegaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Satu lagi adalah Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kebangsaan yang terbukti menjadi filosofi perekat kehidupan masyarakat yang majemuk. Spirit toleransi harus dipupuk di setiap lini kehidupan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah hingga ke ruang publik.

Di akhir kegiatan sosialisasi, Kesuma Kelakan kembali menegaskan Empat Pilar Kebangsaan menjadi upaya yang sangat strategis terutama dalam mendukung bangsa dan negara yang saat ini sedang menghadapi tantangan yang luar biasa.

Menurutnya empat pilar kebangsaan ini, tidak boleh hanya dihadirkan sebagai sebuah hafalan semata, tetapi lebih dari itu harus menjadi pedoman hidup nyata yang harus membentuk karakter, sikap dan prilaku seluruh rakyat Indonesia.” Apabila Keempat Pilar Kebangsaan ini dapat dipahami dan diamalkan dengan baik, maka bangsa Indonesia kan menjadi bangsa yang memiliki pondasi kokoh sebagai tameng menghadapi berbagai bentuk ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam NKRI sendiri” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *