Oktober 15, 2026
IMG_20250730_223411

Menanggapi unggahan akun Global Dewata Bali yang dinilai tidak jelas dan sebagai akun abal-abal, Ida Bagus Suarjata akhirnya angkat bicara.

Dalam unggahan menggunakan akun Bali Aga Kerthi, unggahan tabel yang menunjukkan data perolehan honor Prajuru MDA dinilai tidak benar.

“Saya Ida Bagus Ketut Suarjata Petajuh 1 Beralamat di Jalan Raya Belega Nomor 44 Banjar Jasri Desa Belega Ida Bagus Ketut Suarjata S.Fil.,M.Ag. Silahkan datang langsung ke rumah kami Admin Global Dewata Bali. Anda sudah membuat kebohongan publik, membuat kegaduhan masyarakat Bali”tulisnya.

Unggahan ini adalah respon dari unggahan akun Global Dewata Bali yang sebelumnya dinilai sangat tendensius yang menyerang lembaga dan setelah tidak mampu menyerang lembaga, juga menyerang Ida Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Sebelumnya, beberapa waktu belakangan, publik Bali dikejutkan dengan unggahan Akun-Akun seperti Global Dewata Bali, Pekak Celang dan akun lain yang keberadaan adminnya masih belum jelas.

Akun-akun ini kerap mengunggah konten dan narasi yang memojokkan MDA dan Bandesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet yang sudah madwijati di puput oleh Ida Pedanda Gede Rai Pidada dari Grya Pidada Sengguan Semarapura pada 4 Oktober 2012 diupa saksi oleh Ida Dalem Semaraputra.

Dalam postingan tersebut, Ida Bagus Suarjata yang akrab disapa Gus Tut Topeng juga meminta agar Krama Bali tidak mudah terprovokasi dan terpancing oleh konten yang bertujuan untuk mengadu domba Desa Adat dengan MDA bahkan Krama Bali dengan Bandesa Agung. “Ida Bandesa Agung adalah Pangelingsir, tidak pantas diperlakukan seperti itu”ungkapnya.

Dijelaskan Gustut, Ida Pangelingsir tidak pernah merugikan Krama Bali dan merugikan Desa Adat. Bahkan Ida rela memberikan sumbangan pribadi untuk memastikan MDA saat belum dibantu oleh Pemerintah Provinsi bisa tetap berjalan. “Ida juga yang terdepan dengan gagah berani membela Bali dari pengaruh Sampradaya Asing yang ingin mengganti tatanan dresta Bali, saat Pacalang ditersangkakan, Ida juga siang malam membela dan memastikan status tersangka Pecalang dicabut.

“Tolong hargai dan jaga linggih Ida yang sudah madwijati, kalaupun tidak sebagai Bandesa Agung setidaknya sebagai Orang Tua kita, pangelingsir kita yang telah berdarah-darah menjaga Bali” pungkasnya menutup wawancara dengan Balidalamberita.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *