Oktober 16, 2026
Tumpek Uye

Balidalamberita.com, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung perayaan Tumpek Uye dengan aksi nyata melestarikan alam di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Sabtu (12/7/2025). Tumpek Uye merupakan bagian dari kearifan lokal Sad Kerthi, yang dimaknai sebagai hari suci untuk memuliakan binatang atau satwa.

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Perangkat Daerah, dan pejabat eselon III Pemprov Bali, Gubernur Koster memulai rangkaian kegiatan dengan persembahyangan bersama di Pura Sakenan.

Usai persembahyangan, Gubernur Koster memimpin sejumlah aksi pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon, pelepasan burung, peninjauan vaksinasi rabies, dan pelepasan tukik di kawasan Pantai Tiga KEK BTID Serangan.

Dalam kegiatan penanaman pohon di area Pura Sakenan, Gubernur menanam bibit pohon cempaka, sawo kecik, nagasari, matoa, dan nyamplung. Jenis pohon ini dipilih karena memiliki nilai ekologis dan filosofis tinggi dalam budaya Bali sebagai simbol kesucian, perlindungan, dan keseimbangan alam.

Sementara itu, para kepala perangkat daerah melepasliarkan 200 ekor tukik ke laut. Tukik tersebut berasal dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Sari Segara yang dibina Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, dan berlokasi di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Pelepasan tukik ini telah memperoleh rekomendasi resmi dari Kepala Balai BKSDA Bali melalui surat nomor 191/BKSDA BALI/PPTSL.03.01/B/07/2025.

Selain itu, Gubernur Koster juga meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan di sekitar kawasan. Vaksinasi ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat dan satwa peliharaan secara berkelanjutan.

“Perayaan Tumpek Uye tidak boleh sekadar seremoni, tetapi harus menjadi momen refleksi dan aksi nyata melindungi satwa serta lingkungan hidup,” tegas Gubernur Koster.

Dengan rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmen menjaga keseimbangan ekosistem, melestarikan flora-fauna, dan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal. Semua ini selaras dengan visi pembangunan daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *