Tim SSB Manistutu United foto bersama seluruh pemain dan ofisial usai meraih hasil gemilang di ajang Bali 7’S 2025.
Balidalamberita.com, GIANYAR – Berasal dari pelosok desa di Kabupaten Jembrana, tidak membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) Desa Manistutu kalah mental. Dibangun dengan dukungan dari segenap warga masyarakat dan tokoh-tokoh, SSB satu ini berhasil mencetak satu per satu prestasi gemilang di level lokal, bahkan internasional.
Kali ini, Tim Manistutu United U-10 berhasil meraih gelar Juara 2 (Runner-up) dalam ajang Turnamen Bali 7’S yang digelar oleh Bali United, bertempat di Training Center Bali United, Gianyar, pada 18–20 April 2025.
Hebatnya, Manistutu United mengirimkan 3 (tiga) tim yakni U-8, U-10, dan U-14 yang semuanya mampu keluar sebagai juara grup dan runner-up di babak penyisihan, meskipun Tim U-8 dan U-14 harus tumbang di babak 16 besar.
Secara permainan, baik Tim U-8 yang dimotori oleh pemain-pemain lokal Manistutu seperti Putu Devan, Rama, Tata, dan Esa mampu lolos dengan kemenangan-kemenangan meyakinkan di babak penyisihan dengan skor mengesankan, yakni mengalahkan SSB Ungasan 1-0, melibas GMB 5-0, dan menang melawan SSB Padangtegal dengan skor 1-0.
Di babak 16 besar, langkah hebat kaki-kaki mungil tim Manistutu United U-8 harus terhenti dan mengakui keunggulan Klub Ateneo De Manila Grade School Football asal Filipina dengan skor 3-0.
Langkah Tim Manistutu United U-14 yang lolos di babak penyisihan sebagai runner-up juga cukup meyakinkan. Mereka mengalahkan SSB Junior 1-0 dan melibas Garuda Muda Lombok dengan skor 2-0, yang masing-masing dicetak oleh Agus dan Rendi.
Di babak 16 besar, Manistutu United U-14 harus terhenti, meskipun di pertandingan perdana sudah berhasil menang melawan SSB Fatahillah Dompu NTB.
Langkah luar biasa ditunjukkan oleh Manistutu United U-10. Mereka tampil sangat meyakinkan dengan menjuarai Grup C dengan nilai poin penuh, memuluskan langkah generasi terbaik Manistutu ini dari babak 16 besar hingga semifinal, dan akhirnya bertemu dengan DJ Pablo Football Academy di babak final. Di partai puncak, Manistutu United harus mengakui keunggulan DJ Pablo melalui drama adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan yang berlangsung ketat.
Permainan yang ditunjukkan Manistutu United U-10, yang dimotori oleh Mang Arya, Putu Thomas, dan Kadek Eri, mampu menunjukkan performa apik dan menawan hingga membuat coach DJ Pablo FA merasa kagum dan meminta kontak manajer tim Manistutu United.
Metode 3 Pot yang menempatkan masing-masing tim berdasarkan perolehan poin di babak penyisihan tergolong cukup unik. Di Pot Silver adalah tim dengan poin terendah, kemudian Pot Gold, dan yang tertinggi berada di Pot Diamond, yang menempatkan tim-tim elit dengan skill mumpuni dan perolehan poin penuh, di tengah persaingan ketat melibatkan tim-tim nasional hingga internasional seperti dari Filipina, Malaysia, Singapura, dan Hongkong.
Ditemui awak balidalamberita.com, I Komang Budiana selaku Perbekel Manistutu yang hadir langsung mendampingi selama 3 hari penuh menyatakan bahwa pencapaian Manistutu United U-10, U-8, dan U-14 jauh melebihi target. Sejatinya, Budiana hanya berharap para pemain memberikan yang terbaik, bermain lepas dengan memaksimalkan kemampuan dan skill teknis yang memang diajarkan secara rutin dan konsisten di SSB Manistutu United. “Sungguh ini adalah sebuah sejarah besar bagi kami yang berasal dari pelosok desa di Kabupaten Jembrana,” ungkapnya.
Menurut Budiana, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan luar biasa masyarakat, orang tua siswa di SSB Manistutu United, para tokoh, serta sponsor yang memberikan doa, dukungan moral, dan materi. Ucapan terima kasih antara lain diberikan kepada Umah Manis Gianyar yang menyediakan fasilitas akomodasi selama turnamen, sponsorship Yunita Motor tempat paling pas membeli mobil bekas murah namun berkualitas mewah serta sumbangsih pribadi dan bantuan dari Charoen Pokphand Manistutu dan pihak lainnya.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Hari ini, dengan doa dan dukungan kuat yang kita berikan, anak-anak Manistutu United U-10 telah mencetak sejarah hebat di kancah nasional dan internasional,” pungkasnya.
Coach Gede “Brenk” Adi Suardika yang didampingi para official Coach Saiful, Fajar, De Merta, dan Gus Godar juga menyatakan rasa bangga dan syukur atas pencapaian Manistutu United U-10 sebagai runner-up di Pot Diamond, pot tertinggi yang diisi klub-klub elit yang lolos dari babak penyisihan.
Hal ini, menurutnya, merupakan buah dari disiplin dan konsistensi anak-anak SSB Manistutu United dalam menerapkan hasil latihan dan strategi di lapangan. “Kami yakin ini adalah langkah awal yang hebat bagi anak-anak Manistutu. Ini sebuah kebanggaan yang wajib kita rayakan bersama,” imbuhnya.
Ketua Umum SSB Manistutu United, Komang Panduyasa, mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diperoleh. Meskipun tidak menargetkan juara, Manajemen SSB Manistutu United menurutnya tetap menuntut penampilan terbaik dari masing-masing pemain, official, maupun pelatih. “Astungkara, tim U-10 bisa mencapai posisi runner-up, itu sudah prestasi sangat luar biasa, mengingat mereka harus bersaing dengan tim-tim hebat di tingkat lokal Bali, nasional, bahkan internasional dengan kehadiran tim dari Filipina, Malaysia, Thailand, Hongkong, dan Taiwan,” urai Pandu.
Penyerahan trofi langsung diberikan oleh pendiri Bali United, Yabes Tanuri, didampingi Coach Indra Sjafri bersama para pemain Bali United. Manistutu United juga berhak atas hadiah uang tunai dan sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Ketua PSSI Erick Thohir dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI.
