November 4, 2026
Rumah BUMN Denpasar

Rumah BUMN Denpasar bersama akademisi Universitas Tarumanagara dan para peserta UMKM berfoto bersama usai kegiatan Bali Business Boost, sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui pelatihan dan pendampingan usaha.

Balidalamberita.com, DENPASAR – Rumah BUMN Denpasar terus mendorong peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pendampingan dan pelatihan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bali Business Boost yang berlangsung di Rumah BUMN Denpasar pada 23–24 Oktober 2026, bekerja sama dengan akademisi Universitas Tarumanagara beserta Dudika (Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja) dari PT Mitra Pilar Niaga, dalam program pengabdian kepada masyarakat.

Mengusung tema Skill Up, Brand Up, Market Up, kegiatan ini berfokus pada peningkatan keterampilan pelaku UMKM, penguatan merek usaha, serta perluasan jangkauan pasar. Berbagai materi diberikan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pengelolaan keuangan, legalitas usaha, perpajakan, pemasaran digital, hingga teknik presentasi bisnis.

Widhi Gede Budiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Tarumanagara atas kolaborasi yang terjalin dalam mendukung pengembangan UMKM binaan Rumah BUMN Denpasar. Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, yang terlihat dari tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Tarumanagara atas kolaborasi yang sangat baik bersama Rumah BUMN Denpasar. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan UMKM, mulai dari pengelolaan keuangan, legalitas usaha, hingga pemasaran digital. Tingginya antusiasme peserta, bahkan jumlah peminat yang melampaui kuota kelas yang telah ditentukan, menunjukkan bahwa pelaku UMKM membutuhkan ruang belajar dan pendampingan seperti ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak UMKM memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Widhi Gede Budiman.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Hetty Karunia Tunjungsari, S.E., M.Si., mengatakan Rumah BUMN Denpasar dipilih sebagai mitra karena dinilai aktif menyelenggarakan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kolaborasi yang nyata dan memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama bagi UMKM. Kami memilih Rumah BUMN sebagai mitra karena melihat Rumah BUMN cukup aktif dalam mengadakan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman kegiatan serupa pada 2025 menunjukkan antusiasme pelaku UMKM yang cukup baik. Karena itu, pihaknya berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut agar semakin banyak UMKM mendapatkan akses terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Mochamad Farhan Rizal, S.E., Ak., CA., MBA., membawakan materi pengelolaan keuangan UMKM. Elisabeth Sihaloho, S.H., M.H., membahas legalitas usaha, sedangkan Onny Priohanggoro, S.E., bersama Dr. Hetty Karunia Tunjungsari, S.E., M.Si., menyampaikan materi pemasaran digital. Sementara itu, Dr. Mei Ie, S.E., M.M., membahas teknik pitching untuk membantu pelaku UMKM mempresentasikan potensi bisnisnya secara menarik.

Selanjutnya, pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Henny Wirianata, S.E., M.Si., Ak., CA., membahas perencanaan keuangan usaha. Viriany, S.E., Ak., CA., menyampaikan materi pengelolaan keuangan dan perpajakan, sedangkan Dr. Ir. Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, S.H., M.H., membahas pentingnya legalitas usaha bagi UMKM.

Materi pengelolaan keuangan menekankan pentingnya perencanaan keuangan untuk menjaga kesehatan bisnis dan mendukung pertumbuhan usaha. Pelaku UMKM juga diajak memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengenali kewajiban perpajakan, serta merencanakan pembayaran pajak secara tepat.

Di sisi lain, pemahaman mengenai legalitas usaha diharapkan membantu pelaku UMKM menjalankan bisnis secara lebih tertib. Pemanfaatan pemasaran digital dan kemampuan melakukan presentasi bisnis juga menjadi bekal untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing.

Antusiasme peserta turut terlihat dari tanggapan pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut. Ibu Luspa dari Bali Fine Craf dan Balifta dari aroma mesari, usaha yang bergerak dibidang kerajinan dan toko bahan kue, menyampaikan apresiasi kepada Rumah BUMN Denpasar atas terselenggaranya program Bali Business Boost.

Mereka menilai kegiatan ini mampu menambah keterampilan dan pengetahuan dalam rangka meningkatkan pengembangan usaha UMKM. Keduanya juga berharap Rumah BUMN Denpasar dapat menghadirkan program pelatihan dan pendampingan serupa untuk mendukung semakin banyak UMKM agar berkembang.

Melalui kegiatan Bali Business Boost, Rumah BUMN Denpasar memperkuat upaya pendampingan UMKM melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagi pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga UMKM semakin siap mengelola bisnis secara profesional, memperkuat merek, dan memperluas peluang pasar.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *