Oktober 15, 2026
Pura Bukit Indrakila

Pura Bukit Indrakila Bali (Sumber foto: budayabali.com)

Balidalamberita.com, BANGLI – Pura Bukit Indrakila yang terletak di Desa Dausa, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, merupakan salah satu pura Kahyangan Jagat yang sarat nilai sejarah dan spiritual. Pura ini berdiri megah di puncak bukit, dikelilingi pegunungan dan kerap diselimuti kabut dingin, menciptakan suasana hening dan sakral.

Pengunjung dapat mencapai pura ini melalui Jalan Raya Kintamani. Dari Kota Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 72 km atau dua jam perjalanan, sedangkan dari Jimbaran sekitar 95 km atau tiga jam.

Sejarah Pura Bukit Indrakila

Pembangunan Pura Bukit Indrakila berlangsung pada masa pemerintahan Paduka Sri Maharaja Jaya Sakti antara tahun 1133–1150 M. Awalnya, pura ini difungsikan sebagai tempat yoga, meditasi, dan retret spiritual bagi para raja Bali. Nama “Indrakila” berasal dari Gunung Indrakila di India yang melambangkan kekuatan Dewa Indra, dewa hujan dalam ajaran Hindu.

Kini, kompleks pura ini terdiri dari tiga kawasan utama, masing-masing memiliki fungsi dan nilai spiritual yang khas:

1. Kawasan Hyang Api

Kawasan ini menampilkan tata pemujaan yang unik dan terjaga kebersihannya. Bangunan pemujaan tersusun simetris di sisi kiri dan kanan, masing-masing memiliki nama dan peran, seperti Ida Dalem Paum, Ida Dalem Pulasari, Ida Wangsa Arya, dan Ratu Ayu Manik Mas Ketel. Di tengah kawasan, berdiri meru bertingkat lima sebagai tempat pemujaan utama.

Menariknya, kawasan ini memuat ornamen bergaya Tionghoa yang memperlihatkan pengaruh Sino-Buddha, menandai integrasi budaya dalam spiritualitas Bali.

2. Payogan Humintang

Tempat ini digunakan oleh para raja Bali untuk bertapa dan bermeditasi, terutama ketika menghadapi tekanan atau tugas berat sebagai pemimpin. Kawasan ini didasari dua konsep spiritual: Siwa (moksa/kebebasan) dan Brahma (ilmu dan kekuatan batin). Meru bertingkat tujuh berdiri di kawasan ini sebagai simbol proses mencapai moksa.

3. Pesandekan

Area ini diperuntukkan bagi praktisi spiritual yang telah melewati tahap-tahap penyucian seperti Pawintenan dan Persembahyangan. Mereka yang masuk ke kawasan ini adalah orang-orang yang menjalani meditasi tingkat lanjut atau praktik spiritual tertentu.

Kawasan ini juga menyimpan prasasti kuno dari berbagai raja Bali. Misalnya, Raja Ugrasena (857 & 864 Saka) melarang pungutan pajak dan mengancam pelanggar dengan kutukan dewa. Raja Anak Wungsu (983 Saka) menetapkan tata cara pemujaan api suci, sedangkan Raja Jaya Sakti (1046 Saka) mewajibkan musyawarah tetua dalam hal perpajakan. Terakhir, Raja Jayapangus (1103 Saka) mewajibkan panglima militer tunduk pada pejabat tinggi kerajaan.

Suasana Spiritual yang Menyejukkan

Berada di atas bukit yang dikelilingi hutan dan gunung, Pura Bukit Indrakila menawarkan pengalaman spiritual dan keheningan yang sangat cocok untuk yoga, meditasi, atau bertapa. Wisatawan juga dapat menikmati udara sejuk dan suasana yang menyegarkan jiwa di kawasan ini.

Dengan warisan sejarah, arsitektur unik, dan suasana sakralnya, Pura Bukit Indrakila menjadi salah satu destinasi spiritual terbaik di Bali yang patut dikunjungi, bukan hanya oleh umat Hindu, tetapi juga oleh siapa pun yang mencari kedamaian batin di tengah alam pegunungan Kintamani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *