Gerbang Utama Pura Luhur Griya Sakti, di Desa Seseh (Sumber foto: budayabali.com)
Balidalamberita.com, BADUNG – Pura Luhur Griya Sakti, yang masyarakat juga kenal sebagai Pura Ratu Mas Sakti, berdiri sebagai salah satu pusat spiritual penting di pesisir Bali. Terletak di Desa Seseh, Badung, pura ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan penyebaran agama Hindu dan pemujaan terhadap Dewa-Dewa Laut.
Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa Pura Luhur Griya Sakti menjadi tempat pemujaan sosok suci pelindung laut. Umat Hindu Bali, terutama para nelayan dan petani garam, meyakini bahwa kekuatan suci ini memberikan perlindungan dari bahaya dan berkah keselamatan dalam mencari nafkah di pesisir.
Seorang tokoh spiritual yang berpengaruh pada masa lalu dipercaya memimpin pendirian pura ini. Ia berupaya menjaga keharmonisan antara manusia dan alam, khususnya laut yang masyarakat Bali anggap sebagai sumber kehidupan.
Hingga kini, Pura Ratu Mas Sakti berkembang menjadi pusat kegiatan spiritual dan budaya di Desa Seseh. Umat Hindu sering menggelar upacara adat seperti melarung persembahan ke laut, sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan perlindungan dari ancaman alam.
Rangkaian upacara tersebut menggambarkan hubungan erat antara masyarakat Bali dan lautan. Mereka memperlakukan laut bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai entitas suci yang wajib dihormati.
Selain menjadi tempat ibadah, Pura Luhur Griya Sakti juga menjadi simbol harmonisasi antara manusia dan alam. Arsitektur pura yang megah, lengkap dengan patung simbolis dan ornamen khas Bali, mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang tetap lestari.
Sebagai tempat yang sakral dan menenangkan, Pura Luhur Griya Sakti terus memegang peranan penting dalam kehidupan spiritual masyarakat. Umat Hindu Bali berkumpul di sini untuk memohon berkah, keselamatan, dan keharmonisan dari para Dewa Laut yang mereka muliakan.
