BaliDalamBerita.com – Sudah menjadi hal biasa bahwa di Indonesia sering terjadi gempa dan letusan gunung berapi karena Indonesia masuk dalam wilayah Ring of Fire yang diapit oleh 3 Lempeng besar dunia yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Australia.
Gempa yang sering terjadi di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa umumnya terjadi karena tubrukan antara Lempeng Australia dan Lempeng Eurasia. Dan gempa yang terjadi di sekitar Papua, Maluku, Sulawesi, Laut Banda, Pulau Seram terjadi akibat tubrukan Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia.
Namun tahukah anda, bahwa setelah diadakannya pengumpulan data kegempaan di wilayah-wilayah yang sering terjadi gempa, maka ditemukan bahwa setiap gempa terjadi disebuah batas yang berbeda dan cenderung membentuk suatu wilayah kegempaan atau bisa dikatakan terjadi di batas suatu lempeng yang terpisah dengan lempeng lainnya. Menurut penelitian bahwa ada beberapa lempeng bumi yang ada di Indonesia selain ketiga lempeng umum diatas yang sering menyebabkan gempa di beberapa wilayah di Indonesia. Lempeng Eurasia, Australia dan Pasifik ini terpecah kedalam beberapa Lempeng kecil lagi yang menjadi batas-batas antar lempeng di Indonesia.
Beberapa Lempeng bumi yang sering menyebabkan gempa di Indonesia adalah :
1. Lempeng Burma
Lempeng Burma terletak di utara Pulau Sumatera, Lempeng ini memiliki luas sekitar 1.100.000 km2 dengan laju pergerakan cenderung ke arah utara dengan kecepatan 4.6 cm/tahun. Lempeng ini berbatasan dengan Lempeng Sunda di timur dan Lempeng India di barat. Gempa M9.3 tahun 2004 lalu dipercaya sebagai dari akibat dari tubrukan antara Lempeng Burma dan Lempeng India/Australia. Gempa laut di Aceh umumnya diakibatkan oleh tubrukan antara Lempeng India yang menyusup ke Lempeng Burma atau Lempeng Sunda. Dan juga Lempeng India yang bertabrakan dengan Lempeng Burma.
2. Lempeng Australia
Lempeng ini memiliki luas sekitar 47.000.000 km2 yang terletak di hampir seluruh selatan Indonesia, lempeng ini bergerak cenderung ke arah utara dengan kecepatan 7 cm/tahun. Gempa di sekitaran Sumatera sampai Flores cenderung akibat pergerakan Lempeng Australia yang masuk ke Lempeng Sunda, beberapa gempa yang terjadi seperti gempa Jawa Barat tahun 2009 M7.0 dan gempa M7.7 tahun 2006 adalah akibat dari Lempeng Australia ini.
3. Lempeng Sunda
Wilayah Indonesia dari Aceh sampai Kalimantan umumnya terletak diatas Lempeng ini, Lempeng ini mempunyai batas barat di sekitar Thailand dan Vietnam dan batas sebelah timur di sekitar Selat Makasar. Lempeng ini cenderung bergerak kearah timur dengan kecepatan 1.4 cm. Batas Lempeng Sunda dan Lempeng Banda ini telah menciptakan Patahan Walanae di Sulawesi Selatan.
4. Lempeng Maluku
Tidak banyak informasi mengenai berapa luas lempeng ini dan berapa kecepatan pergerakannya. Lempeng ini berada hampir di seluruh Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
5. Lempeng Banda
Lempeng ini terletak dari Sulawesi Selatan, Tenggara sampai seluruh Laut Banda dan Pulau Seram. Lempeng ini cenderung bergerak ke arah utara dengan kecepatan 1.5 cm sampai 5.7 cm/tahun. Lempeng ini berbatasan dengan Lempeng Maluku, Bird’s Head di utara dan Lempeng Timor, Australia di selatan serta Lempeng Sunda di timur
6. Lempeng Timor
Lempeng ini berada di hampir semua wilayah NTT dan Timor Leste. Lempeng ini bergerak ke arah utara dengan kecepatan 4.4 cm/tahun. Lempeng ini berbatasan dengan Lempeng Australia di selatan, Lempeng Sunda di timur, lempeng Banda di utara.
7. Lempeng Bird’s Head
Lempeng ini terletak di hampir seluruh wilayah Papua Barat dan Halmahera dengen pergerakan relatif ke arah BaratLaut dengan kecepatan 9.2 cm/tahun. Lempeng ini berhadapan dengan Lempeng Filipina, Caroline di utara dan Maluku di barat serta Banda di selatan.
8. Lempeng Maoke
Lempeng ini berada hampir di darat di wilayah Papua, lempeng ini termasuk kategori lempeng micro yaitu lempeng kecil. Lempeng ini bergerak ke arah utara dengan kecepatan 7 cm/tahun.
9. Lempeng Woodlark
Lempeng ini berada di darat memanjang dari Papua sampai ke Kepulauan Solomon dengan bagian utara bergerak ke arah utara dengan kecepatan 5.8 cm/tahun dan bagian selatan bergerak ke arah utara dengan kecepatan 8 cm/tahun. Lempeng ini terkadang menjadi penyebab gempa di Papua yang bertabrakan dengan Lempeng Caroline, Bird’s Head dan Maoke.
10. Lempeng Caroline
Lempeng ini memiliki luas sekitar 1.700.000 km2 dengan pergerakan relatif ke arah BaratLaut dengan kecapatan 8.7 cm/tahun. Lempeng ini berada di hampir seluruh wilayah di utara Papua. Beberapa gempa di Papua terjadi karena pertemuan Lempeng Caroline dan Maoke, Bird’s Head dan Woodlark di selatan.
11. Lempeng Filipina
Lempeng ini terletak di utara Pulau Halmahera, memiliki luas sekitar 5.500.000 km2 dan bergerak ke arah BaratLaut dengan kecepatan bervariasi antara 4.8 cm/tahun sampai 8 cm/tahun. Lempeng ini berbatasan dengan Lempeng Bird’s Head di selatan yang terkadang menyebabkan gempa di Halmahera dan Papua Barat.
12. Lempeng India
Lempeng ini terletak di seluruh wilayah India sampai sebagian wilayah Laut Hindia bagian utara. Lempeng ini memiliki luas sekitar 11.900.000 km2 dengen pergerakan ke arah TimurLaut dengan kecepatan 2 cm sampai 3.6 cm/tahun. Lempeng ini terus bergerak ke arah TimurLaut/Utara mendesak kebawah Lempeng Eurasia yang menciptakan terbentuknya Pegunungan Himalaya. Lempeng India terpisah dari Lempeng Afrika sekitar 100.000.000 tahun lalu dan bergerak ke arah utara serta terpisah dengan Lempeng Australia sekitar 3.000.000 tahun lalu. Lempeng ini bertabrakan dengan Lempeng Eurasia dan sering menyebabkan gempa di wilayah Nepal dan India Utara. Contohnya seperti gempa Nepal tahun 2015 yaitu M7.8 dan M7.3 adalah bukti dari pergerakan Lempeng India yang beradu dengan Lempeng Eurasia. Lempeng India ini juga berbatasan dengan Lempeng Burma di arah Tenggara sehingga terkadang menyebabkan gempa di Kepulauan Andaman yang bisa berdampak ke Aceh.
Itulah beberapa Lempeng bumi yang menjadi penyebab gempa-gempa di Indonesia. Lempeng ini saling beradu atau bertumpang tindih antara lempeng satu dan lempeng lainnya sehingga dari aktifitas ini sering mengakibatkan gempa di wilayah Indonesia.
Tahukah anda wilayah mana di Indonesia paling aktif kegempaannya yang kejadian gempanya itu terjadi setiap hari, jawabannya adalah wilayah Laut Banda atau secara garis besarnya adalah wilayah Timur Indonesia. wilayah itu merupakan wilayah yang sangat aktif kegempaannya karena keadaan lempeng buminya yang kompleks dibanding wilayah Barat Indonesia, itulah kenapa bukan hal aneh bahwa setiap hari diwilayah Maluku hingga Papua lebih sering terjadi gempa.
