Oktober 15, 2026
Ilustrasi. Tradisi Perang Api yang ada di Desa Adat Nagi Ubud. (Sumber Foto: explorexbali)

Balidalamberita.com, GIANYAR – Tradisi Perang Api di Desa Adat Nagi, Ubud, Gianyar, Bali menjadi salah satu perayaan yang tidak terpisahkan dalam perayaan Pengerupukan atau satu hari sebelum Nyepi.

Sabut kelapa dikumpulkan dengan membentuk sebuah gundukan yang menyulut api dan saat api sudah menyulut seluruh sabut kelapa, pemuda-pemuda Desa Adat Nagi tengah menendang dan melemparkan sabut kelapa yang penuh dengan bara api.

Perang api pun tidak terelakkan, dengan para pemuda dan lelaki dewasa yang saling melempar sabut kelapa berapi sampai langit yang terlihat gelap.

Tujuan dari pelaksanaan Tradisi Perang Api, yaitu dalam melebur sifat Bhuta Kala yang terdapat pada diri manusia.

Walaupun tubuh terkena api dan melepuh, warga yang ikut pada perang api tersebut justru merasa senang, karena keyakinannya jika api bisa membersihkan hal-hal buruk di dalam diri.

Sebelum perang api dilaksanakan, peserta tradisi tersebut dipercikkan tirta dalam proses menyucikan diri dan menjaga pikiran agar tetap positif selama dilaksanakannya perang api.

Tradisi Perang Api bukan hanya sebagai bagian dari kehidupan spiritual warga Desa Adat Nagi, namun juga adalah dalam wujud dari kekayaan budaya adat yang dijaga dan dilestarikan pada generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *