Oktober 15, 2026
Tradisi Nylampar

Ilustrasi Tradisi Nylampar di Desa Adat Ababi (Sumber foto: Istimewa)

Balidalamberita.com, KARANGASEM – Desa Adat Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali memiliki sebuah tradisi unik yang disebut Tradisi Nylampar. Tradisi ini merupakan bagian dari upacara suci yang dilakukan empat hari sebelum puncak karya di Pura Kedaton (Ulun Suwi) dan Pura Dalem.

Tradisi ini bertujuan untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia. Sejak pagi hari, para krama desa atau pengempon pura menyusuri jalan-jalan desa untuk menangkap ayam yang disebut ayam selamparan. Proses penangkapannya dilakukan dengan melempar ayam menggunakan kayu atau benda lainnya.

Apabila ayam berhasil ditangkap sebelum kentongan (kulkul) berbunyi, maka ayam tersebut dibawa ke Pura Puseh untuk disucikan. Namun jika ayam ditangkap setelah kulkul dibunyikan, maka ayam itu wajib dilepaskan kembali.

Simbol Penyucian Diri

Ayam yang digunakan dalam Tradisi Nylampar melambangkan sifat rajas (aktif) dan tamas (malas, gelap) yang merupakan bagian dari Tri Guna dalam ajaran Hindu Bali, yakni satwam, rajas, dan tamas. Tradisi ini menjadi media simbolik untuk membuang sifat negatif seperti emosi berlebihan, sikap egois, dan amarah dari diri manusia.

Ayam yang berhasil ditangkap akan disembelih, dan darahnya ditampung menggunakan tempurung kelapa atau kau-kau. Darah ini kemudian ditempatkan di Sanggah Kliwon, sebuah tempat persembahan berbentuk segitiga dari anyaman bambu (klatkat), yang kemudian ditancapkan di:

  • Setiap perempatan (untuk Sang Sapu Jagat)
  • Setiap pertigaan (untuk Sang Catur Warna)
  • Seluruh pura emponan desa, seperti:
    Pura Puseh, Pura Dalem, Pura Kedaton, Pura Beji, Pura Ayu, Pura Pasucian, Pura Gedong Jro Ketut, Pura Melanting, Pura Rajapati, dan Pura Sang Sega.

Tanda Dimulainya Upacara Ngejaga

Penancapan Sanggah Kliwon menjadi tanda bahwa upacara ngejaga siap dilaksanakan. Seluruh warga desa pun mulai bersiap, baik secara materiil maupun spiritual, untuk menyambut rangkaian upacara tersebut.

Tradisi Nylampar tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menjadi cermin kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Ini adalah salah satu bentuk harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan yang masih hidup dalam praktik keseharian masyarakat Bali hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *