Oktober 15, 2026
Tradisi Mesuryak Desa Bongan

Ilustrasi Tradisi Mesuryak yang diadakan di Bali (Sumber foto: kintamani.id)

Balidalamberita.com, TABANAN – Warga Desa Adat Bongan di Kecamatan Tabanan, Bali, menggelar Tradisi Mesuryak pada Sabtu, 3 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap rahina Saniscara Kliwon Kuningan, dan bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur kembali menuju Nirwana dengan penuh suka cita. Masyarakat setempat sangat menantikan momen sakral ini setiap tahunnya.

Sejak pukul 10.00 WITA, warga mulai berkumpul di depan rumah masing-masing setelah melakukan sembahyang di sanggah merajan, Pura Dalem, dan kori rumah. Mereka kemudian melemparkan uang ke udara sebagai simbol punia atau persembahan kepada para leluhur.

Warga menggunakan pecahan uang yang beragam, mulai dari Rp2 ribu hingga Rp100 ribu. Anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua pun turut berebut uang yang beterbangan di udara dengan semangat dan kegembiraan.

Kelian Adat Banjar Bongan, Gede Komang Suparman, menyebutkan bahwa sekitar 80 kepala keluarga ikut berpartisipasi dalam tradisi ini. Ia juga menambahkan bahwa Tradisi Mesuryak tak hanya dilakukan di desa, tetapi juga dilestarikan oleh warga perantauan asal Desa Bongan.

“Tradisi ini merupakan wujud bakti kepada para leluhur. Dulu menggunakan kepeng atau uang bolong, sekarang diganti dengan uang kertas. Meski bentuknya berubah, makna spiritualnya tetap sama,” jelas Suparman.

Ia menekankan bahwa Tradisi Mesuryak juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarwarga. “Semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan sangat terasa,” tambahnya.

Usai tradisi, para pemuda berkumpul di balai banjar untuk menghitung hasil tangkapan mereka sambil bercengkerama. Tradisi Mesuryak bukan hanya sarat makna spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *