
Balidalamberita.com, BADUNG – GWK Cultural Park merupakan rumah untuk patung ikonik Garuda Wisnu Kencana.
Patung GWK memperlihatkan Dewa Wisnu, sang Dewa Pemelihara alam semesta, yang sedang naik ke burung Garuda, yang dikenal sebagai burung legendaris bagi mitologi Hindu.
Di balik wujud dari kemegahan patung GWK Bali, tersimpan kisah mulia mengenai pengorbanan, pengabdian serta bakti dari seorang anak kepada ibunya.
Sejarah dari GWK
Alkisah Dewi Winata, ibu dari Garuda, terjebak pada rencana licik Dewi Kadru, saudari serta istri Bhagawan Kashyapa.
Karena kelicikan dan tipu daya dari Dewi Kadru, Dewi Winata harus mendapatkan nasib kurang baik yaitu menjadi budak dari para Naga, anak-anak Dewi Kadru.
Kisah tersebut dikenal sangat emosional, karena memperlihatkan bagaimana nasib dari Dewi Winata yang berubah seketika usai menerima kekalahannya.
Kesedihan dari Winata rupanya memicu terjadinya kelahiran putra ke-duanya. Lahirlah Garuda, yang mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Garuda merasa mendengar tangisan dari ibunya sehingga ia memiliki tekad dalam membebaskan ibunya dari perbudakan para Naga.
Tetapi, dalam membebaskan Dewi Winata, Garuda memiliki sejumlah tugas berat, yakni: mencari dan membawa Tirta Amertha, air keabadian yang dipunya oleh para dewa.
Perjuangan Garuda dalam memperoleh Tirta Amertha yaitu inti dari legenda Garuda Wisnu yang sarat akan nilai pengorbanan dan kasih sayang dari seorang anak terhadap sang ibunya.
Perjalanan Garuda dalam menemukan Tirta Amertha tidaklah mudah. Ia harus menemukan berbagai rintangan serta ujian di sepanjang perjalanannya.
Bahkan, Garuda harus berhadapan dengan para dewa untuk mencapai tujuannya. Setelah menaklukkan berbagai rintangan tersebut, ia menemui Dewa Wisnu yang menjaga serta menyimpan Tirta Amertha.
Dewa Wisnu akhirnya menyerahkan Tirta Amertha kepada Garuda, tetapi Garuda memiliki persyaratan harus mengembalikannya secara utuh dan kelak mengabdikan dirinya sebagai wahana atau tunggangan Dewa Wisnu.
Setelah ia berhasil membawa Tirta Amertha, Garuda berhasil membebaskan ibunya dari belenggu bangsa Naga.
Tetapi, karena janji yang dibuat bersama dengan Dewa Wisnu, Garuda harus meninggalkan ibunya serta memenuhi segala tugas yang diberikan sebagai tunggangan dari sang dewa.
Dewi Winata yang memiliki keikhlasan dalam merestui kepergian Garuda, asalkan berjanji agar sesekali menengok ibunya. Kisahnya tersebut menjadi simbol pengorbanan, kesetiaan dan kepercayaan, dan ikatan abadi.
Atas usaha dari Garuda yang penuh dengan pengorbanan maka membuatnya sebagai sosok yang dihormati Dewa Wisnu sampai akhirnya Garuda dipercaya agar dijadikan sebagai tunggangannya.
Selain itu, kisah tersebut hidup dan dijadikan inspirasi bagi siapa saja yang ingin mengunjungi GWK Cultural Park atau GWK Bali.
Sumber artikel: gwkbali.com
