Oktober 15, 2026
Salah satu aktivitas yang ditawarkan oleh Sanggraloka Ubud. balidalamberita/istimewa

Salah satu aktivitas yang ditawarkan oleh Sanggraloka Ubud. balidalamberita/istimewa

Balidalamberita.com, UBUD—Sanggraloka Ubud menambah daftar akomodasi wisata baru di Bali yang menawarkan wisata keberlanjutan dibalut dengan kemewahan, dan pemberdayaan masyarakat.

Berdiri di atas lahan seluas 3 hektare di Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Sanggraloka menawarkan menawarkan pendekatan baru dalam industri hospitality, yakni model bisnis yang tumbuh dari alam dan pada saat yang sama menumbuhkan kembali kehidupan di sekitarnya. Sanggraloka Ubud baru dibuka secara soft opening pada Oktober 2025.

General Manager Sanggraloka Ubud, Komang Kariyana, mengatakan kawasan resort tersebut awalnya merupakan kebun sayur milik warga yang dialiri Tukad Oos dengan kondisi lingkungan masih natural. Bersama I Wayan Lanus, yang turut menjadi partner pengembangan, area ini kemudian ditata tanpa menghilangkan karakter alam aslinya.

“Kami ingin menyasar segmen atas yang meskipun ceruknya sedikit tetapi punya kemampuan untuk membeli,” tuturnya kepada awak media, Rabu, 10 Desember 2025.

Kariyana mengungkapkan Sanggraloka tidak hanya menawarkan tempat menginap. Melainkan paket wisata keberlanjutan berupa menginap di fasilitas mewah, sambil menikmati alam yang asri, dipadukan dengan wisata kesehatan serta mencicipi paket berkebun di sekitar. Fasilitas ini juga menawarkan wisata turun ke Sungai Oos untuk melukat, mengikuti sesi yoga, meditasi dan terapi sound bath, atau sekadar bermain air di air terjun. Selain itu, rangkaian farm-to-table dinner serta aktivitas romantic.

Sejak soft opening pada Oktober lalu, Sanggraloka Ubud mencatat performa awal yang kuat dengan okupansi rata-rata 58-62 persen. Menjelang akhir tahun, manajemen menargetkan peningkatan okupansi hingga 65-70 persen. Pada semester pertama 2026, Sanggraloka menargetkan seperempat total pendapatannya berasal dari wellness dan event melalui paket terkurasi dan kolaborasi dengan operator retreat global serta spesialis micro-wedding.

“Kami percaya bahwa pariwisata tidak harus memilih antara pertumbuhan dan keberlanjutan. Sanggraloka membuktikan bahwa bisnis yang dijalankan dengan menghormati alam dan budaya justru menciptakan loyalitas tamu, nilai ekonomi yang lebih kuat, dan hubungan jangka panjang dengan komunitas. Tujuan kami bukan hanya membangun resort, tetapi ekosistem yang menyehatkan tanah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga warisan Bali tetap hidup,” ungkap Direktur dan Partner Sanggraloka Ubud I Wayan Lanus.

Ditegaskan olehnya, resort yang berada di lingkungan asri Bresela ini merekrut lebih dari 70 persen tenaga kerja berasal dari Bresela dan Payangan. Rantai pasok juga diprioritaskan dari komunitas sekitar meliputi petani, perajin, dan pemandu budaya dengan perputaran ekonomi lokal yang diproyeksikan mencapai Rp 1,2 miliar – Rp 1,6 miliar per tahun saat resort mencapai kapasitas penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *