Ilustrasi kondisi di Jalan Tol
Balidalamberita.com, DENPASAR—PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) memprediksi puncak kendaraan melintas di jalan tol Bali Mandara akan terjadi pada 27 Maret 2026 mendatang.
Adapun jumlah kendaraan yang melintas jalan tol sepanjang 12 km ini diprediksi sebanyak 57.375 unit. Dirut JBT I Ketut Adiputra Karang menegaskan meski satu satunya jalan tol di Bali ini bukan jalur utama mudik, lonjakan wisatawan tetap menjadi perhatian anak usaha BUMN, Jasa Marga. Oleh karena itu, satgas dibentuk guna memastikan layanan operasional optimal untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna tol.
“Guna menghadapi lonjakan wisatawan, PT JBT telah menambah 2 Gardu Tol Otomatis (GTO) di Gerbang Tol Benoa yang telah beroperasi sejak 22 Desember 2025. Selain itu, Perseroan juga menyiagakan armada Mobile Customer Service, unit rescue, kendaraan derek, serta memastikan layanan operasional 24 jam penuh. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi jalan tol, penerangan, marka jalan, dan sistem drainase juga dilakukan agar infrastruktur tetap optimal,” jelasnya kepada awak media, Kamis, 12 Maret 2026.
Selain itu, pihaknya akan memasang rambu tambahan dan pengawasan khusus diterapkan di titik rawan kecelakaan untuk meminimalkan risiko selama libur panjang. Kesiapsiagaan ini menjadi bukti nyata bahwa PT JBT senantiasa menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jalan. PT JBT juga melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi potensi peningkatan mobillitas masyarkat selama periode libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam mengantisipasi kondisi tersebut, Perseroan membentuk Satgas Jasamarga Bali Tol Siapa Idul Fitri 1447 H / Lebaran 2026, yang akan beroperasi dari H-10 Lebaran (11 Maret 2026) hingga H+10 Lebaran (01 April 2026).
Sementara itu untuk mengantisipasi Hari Raya Nyepi, anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini akan menutup sementara operasional jalan tol selama 32 jam dalam rangka menghormati perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948, yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Adiputra Karang menyampaikan bahwa penutupan operasional jalan tol akan diberlakukan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 23:00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 07:00 WITA. Kebijakan ini merupakan wujud penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang merupakan hari suci bagi umat Hindu di Bali. Namun demikian, akses jalan tol tetap dapat digunakan untuk kepentingan darurat, seperti kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, maupun kendaraan operasional penting lainnya. Penggunaan jalur tol untuk keperluan tersebut harus disertai pendampingan dari pecalang atau instansi terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selama penutupan, petugas tol akan tetap siaga guna memastikan layanan tetap berjalan sesuai standar operasional.
Selain itu, PT JBT juga mendukung kegiatan Upacara Melasti yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 05:00 WITA di Kawasan Pemelastian Desa Adat Pedungan. Guna mendukung kelancaran acara, Perseroan akan menurunkan Tim Mobile Customer Service serta berkoordinasi dengan Polsek Benoa, Polisi Lalu Lintas Induk VI Ditlantas Polda Bali, dan Pecalang dalam pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Selama prosesi Melasti berlangsung, rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow sementara akan diterapkan di jalan akses Pelabuhan Benoa mulai pukul 05:00 WITA hingga kegiatan selesai. Jalur dari Depo Pertamina menuju Pelabuhan Benoa akan diperuntukkan bagi masyarakat yang mengikuti upacara, sedangkan jalur dari Pelabuhan menuju Pesanggaran akan difungsikan sebagai jalur dua arah. Lebih lanjut, PT JBT juga menyiagakan petugas kebersihan di area sekitar lokasi upacara serta menyediakan ambulans pada sejumlah titik strategis.
Sepanjang tahun 2025, PT JBT mencatat total 20.278.229 kendaraan yang melintas. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 10.67% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata volume lalu lintas harian mencapai sekitar 55.863 kendaraan. Capaian ini sekaligus menjadi indikator bahwa kualitas layanan yang diberikan PT JBT semakin dipercaya dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Bali Selatan.
