
Balidalamberita.com, BULELENG – Masyarakat di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, mempunyai tradisi unik, bernama Tradisi Bukakak.
Tradisi adat ini merupakan warisan leluhur, Tradisi Bukakak telah berlangsung secara turun temurun di desa adat Bali tersebut.
Tradisi Bukakak dilaksanakan setiap 1 tahun sekali, bertepatan dengan Purnama Kasa yang merupakan rentetan piodalan yang ada di Pura Desa Sudaji.
Prosesi Tradisi Bukakak
Bukakak merupakan suatu persembahan babi yang kemudian di guling setengah matang yang selanjutnya diikat dalam sebuah sanan bambu.
Ada kriteria khusus terhadap babi yang dipersembahkan pada tradisi adat Bali tersebut, yaitu mempunyai bulu hitam legam atau harus dalam kondisi sempurna, baik fisik dan bulunya.
Ada dua bukakak yang dilakukan, seperti bukakak alit (kecil) dan ageng (besar).
Bukakak alit dipersiapkan dan diarak dari Pura Taman yang berada di Banjar Dukuh, Desa Sudaji, ke arah perempatan desa.
Sedangkan bukakak ageng dipersiapkan di Pura Desa Sudaji yang selanjutnya menyusul menuju perempatan desa.
Setelah sampai tujuan di perempatan desa, maka 2 bukakak tersebut diarak secara bergantian dan beradu dengan kecepatan.
Selanjutnya, ketika proses tersebut berlangsung, salah satu masyarakat yang bertugas akan membakar danyuh ataupun daun kelapa kering sehingga menimbulkan percikan api.
Selanjutnya, percikan api tersebut membuat suatu kesan magis pada tradisi bukakak tersebut.
Usai dilakukan pengarakan, maka kedua bukakak selanjutnya dibawa ke arah Pura Bedugul Maspahit agar nantinya dibongkar.
Kedua babi guling kemudian diolah dan dimasak sebagai lawar ataupun masakan khas Bali dan dibagikan kepada masyarakat desa.
Tujuan Tradisi Bukakak
Tujuan penyelenggaraan Tradisi Bukakak adalah untuk mewujudkan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya yang merupakan dewi kesuburan ataupun Dewi Sri karena telah diberikan kesuburan tanah dan kemakmuran hasil pertanian.
Tradisi ini juga sebagai momentum dalam mempererat tali persaudaraan yang terjalin diantara sesama masyarakat desa adat.
Meskipun tidak ada catatan tertulis, Tradisi Bukakak kerap diadakan secara turun-temurun dan tentunya dengan penuh keyakinan dari warga desa Sudaji tersebut.
