
Balidalamberita.com, KARANGASEM – Desa Adat Asak merupakan salah satu desa adat Bali yang dikenal luas oleh kalangan wisatawan, lokasinya berada di ujung timur pulau dewata.
Jika ingin mengunjungi desa ini, letaknya berada di Desa Dinas Asak, Pertima, Kabupaten Karangasem.
Saat ini, Desa adat tersebut bukan hanya sebagai tujuan wisata namun di sana terdapat warisan budaya atau tradisi yang unik, autentik, dan sudah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita.
Salah satu tradisi yang menarik perhatian banyak wisatawan dinamakan dengan Tradisi Penyepegan Sampi.
Prosesi dalam Penyepegan Sampi
Tradisi Penyepegan Sampi diadakan setiap setahun sekali pada Sasih Kawulu atau bulan ke-8 berdasarkan kalender Bali. Teruna adat desa akan mengawali jalannya prosesi tersebut.
Teruna adat desa merupakan para pemuda desa yang sudah mengikuti rangkaian prosesi upacara dan telah dianggap sah sebagai seorang teruna adat agar nantinya berkesempatan melaksanakan proses pembelian sapi dengan kondisi sempurna dan tidak adanya cacat fisik.
- Sapi yang sudah dibeli, dirawat dan hingga dipelihara harus memperoleh rasa hormat. Untuk meningkatkan kesakralan yang ada pada acara tersebut maka menjelang prosesi penyepegan dimulai, sapi tersebut harus dimandikan terlebih dahulu di tempat pemandian suci.
- Menjelang acara utama pada penyepegan, maka perlu dilakukan persiapan upakara atau sesaji dan berbagai langkah misalnya nyaga-nyaga, pecaruan, dan lain sebagainya.
- Para sapi yang sudah dilakukan perawatan maka akan diarak hingga keliling desa, dihias, dan dipintal sekali sebelum sapi tersebut tiba di pura patok.
- Setelah tiba di pura patok, kemudian sapi bisa disantap agar menjadi upacara, pelepasan, dan tradisi penyepegan pun bisa segera diselenggarakan.
- Setelah sapi ditebang pada prosesi adat tersebut, maka semua bagian tubuh dari sapi tersebut akan menjadi sesaji atau sesajen caru.
Uniknya, menjelang acara sakral tersebut dimulai, setiap rumah yang berada di pinggir jalan utama desa berhiaskan bantang (pohon pisang yang sudah ditebang namun tidak memakai daun), hal ini untuk menambah kemeriahan serta keistimewaan dari acara yang sudah dilaksanakan.
Aturan dalam Tradisi Penyepegan Sampi
Tradisi Penyepegan Sampi mempunyai beberapa aturan yang perlu ditaati oleh para pemuda adat, meliputi sebagai berikut.
- Peralatan yang dipakai merupakan blakas suci yang diperbolehkan untuk dipakai selama tradisi tersebut berlangsung atau bahkan tidak dibolehkan untuk dipergunakan dalam kegiatan lainnya.
- Larangan dalam pemotongan ekor beserta kepala sapi.
Pelanggar Bisa Mendapatkan Sanksi
Pelanggaran terhadap aturan tersebut bisa mendapatkan sanksi misalnya denda yang perlu dibayarkan sehingga dengan adanya sanksi tersebut maka akan menunjukkan keseriusan dari warga setempat untuk menjaga kesucian dan kelestarian dari tradisi adat Bali yang dijalankan.
Sehingga setiap pemuda peserta adat bukan hanya sebagai pelaku, namun dianggap sebagai penjaga warisan budaya adat yang sangat bernilai.
Dengan masyarakat berupaya untuk melestarikan dan merayakan kegiatan “Tradisi Penpegan Sampi”, maka Desa Adat Asak dianggap bukan hanya membuat warisan budaya Bali semakin kaya, namun bisa sebagai percontohan bagi warga lainnya dalam menghormati dan melestarikan nilai-nilai tradisional meskipun berada di tengah-tengah jalur modernisasi yang semakin gencar berjalan.
