Oktober 15, 2026
Ilustrasi Persembahyangan Hindu Bali (sumber foto: Pixabay/Indhira Adhista)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Kramaning sembah merupakan suatu rangkaian persembahyangan berdasarkan tradisi agama Hindu Bali.

Kramaning sembah dilakukan ketika persembahyangan yang dilakukan secara bersama-sama dan dipimpin oleh seorang sulinggih.

Selain itu, kramaning sembah bisa dilakukan seorang sendiri setelah menjalankan Puja Tri Sandya.

Saat umat Hindu Bali melaksanakan sembahyang di pura, maka diawali dengan Puja Tri Sandya. Selanjutnya dengan kramaning sembah.

Persiapan Sebelum Pelaksanaan Kramaning Sembah

Sebelum pelaksanaan kramaning sembah, umat Hindu Bali harus menjalani persiapan lahir dan batin.

  • Persiapan lahir diantaranya meliputi sikap duduk dengan tenang serta sopan, pengaturan napas dengan baik, sikap posisi tangan yang disesuaikan. Umat juga wajib menggunakan pakaian adat yang bersih dan rapi, serta mempersiapkan bunga hingga dupa yang merupakan sarana dalam melakukan sembahyang.
  • Persiapan batin meliputi ketenangan pikiran serta kesucian hati. Umat Hindu Bali diharapkan memusatkan pikiran supaya persembahyangan dapat berjalan dengan khidmat serta penuh penghayatan.

Tahapan Kramaning Sembah

Kramaning sembah terdiri atas beberapa langkah yang perlu dilakukan secara khusyuk serta penuh penghormatan:

  1. Sembah puyung merupakan pembuka atau yang dikenal sebagai sembah tanpa memakai bunga.
  2. Sembah dengan penggunaan bunga yang diperuntukan bagi Sang Hyang Siwa Aditya, manifestasi Tuhan yang menjadi sumber cahaya.
  3. Sembah terhadap Ista Dewata, merupakan bentuk Tuhan yang berdasarkan dengan tujuan persembahyangan.
  4. Permohonan anugerah, tempat umat Hindu dalam penyampaian doa serta harapan.
  5. Sembah puyung merupakan penutup, diakhiri dengan parama santi, doa permohonan kedamaian untuk seluruh alam.

Dengan melaksanakan kramaning sembah, umat Hindu Bali mencoba mengekspresikan wujud rasa syukur, permohonan, dan pengabdian terhadap Sang Hyang Widhi Wasa.

Rangkaian prosesi tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan spiritual serta budaya adat Bali yang senantiasa dilestarikan hingga sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *