Oktober 15, 2026
Prediksi cuaca di Bali (pexels/Viễn Đông)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Tanggal 1 November sering kali menandai periode penting dalam pola cuaca di Bali, yaitu awal masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan (pancaroba).

Berdasarkan data prakiraan cuaca saat ini, wisatawan dan penduduk diharapkan dapat bersiap menghadapi hari yang didominasi oleh potensi hujan dan suhu yang hangat.

Secara umum, prakiraan cuaca untuk wilayah Bali pada 1 November 2025 menunjukkan adanya potensi hujan badai petir yang tersebar di siang hari, khususnya di wilayah Denpasar dan sekitarnya, dengan malam hari yang cenderung berawan.

  • Kondisi Siang Hari : Hujan badai petir tersebar (scattered thunderstorms)
  • Kondisi Malam Hari : Sebagian besar berawan (mostly cloudy)
  • Suhu Maksimum : Sekitar 29 derajat celcius
  • Suhu Minimum : Sekitar 21 derajat celcius
  • Kelembapan : Diperkirakan sekitar 81 persen
  • Peluang Curah Hujan : Cukup tinggi, sekitar 65 persen di siang hari

Indeks UV : Tinggi, mencapai 9 (diperkirakan)

Angka-angka ini adalah perkiraan dan kondisi lokal di daerah pegunungan (seperti Ubud atau Kintamani) mungkin lebih dingin dengan peluang hujan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah pesisir (seperti Kuta atau Nusa Dua).

Analisis Kondisi dan Implikasi untuk Wisata

  1. Suhu dan Kelembapan yang Hangat

Meskipun terdapat potensi hujan, suhu udara diprediksi tetap hangat, berkisar antara 21 derajat celcius hingga 32 derajat celcius.

Kelembapan yang tinggi (sekitar 80 persen) akan membuat cuaca terasa cukup gerah dan lembap, terutama setelah hujan.

  1. Waspada Hujan Badai di Siang Hari

Peluang hujan badai petir tersebar di siang hari mengindikasikan bahwa kegiatan luar ruangan, seperti mengunjungi pantai atau trekking, mungkin perlu disesuaikan.

Wisatawan disarankan untuk merencanakan kegiatan pagi hari dan membawa payung atau jas hujan, serta memperhatikan peringatan cuaca lokal.

  1. Indeks UV Tinggi (Meskipun Mendung)

Indeks Ultra Violet (UV) diprediksi berada pada level Tinggi hingga Sangat Tinggi (mencapai 9-10). Hal ini berarti risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari sangat tinggi dalam waktu singkat, bahkan jika kondisi cuaca terlihat mendung atau berawan.

Tips: Tetap gunakan tabir surya dengan SPF tinggi, kacamata hitam, dan topi, terutama jika berada di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 16.00 WITA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *