
Balidalamberita.com, KARANGASEM – Di lereng kawasan Abang, Karangasem, berdiri sebuah desa yang seolah menahan waktu agar tidak bergerak terlalu cepat. Desa Tiyingtali, salah satu desa Bali Aga, menyimpan kekayaan budaya dan lanskap alam yang masih terjaga keasliannya.
Bagi masyarakatnya, adat bukan sekadar identitas melainkan napas yang menggerakkan kehidupan sehari-hari. Sebagai desa pakraman, Tiyingtali dikenal teguh memelihara tradisi leluhur.
Berbagai ritual adat, situs bersejarah, hingga bentuk kesenian khas Bali Aga tetap dijaga secara turun-temurun.
Jika berkunjung, Anda akan menemukan bahwa desa ini bukan hanya tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang penuh makna.
Tradisi Adat yang Masih Dijalankan
- Upacara Mekare-kare
Digelar setiap 210 hari sekali, upacara ini menjadi wujud permohonan keselamatan bagi masyarakat serta kesuburan tanah desa. Ritual ini adalah salah satu kekayaan budaya adat yang paling menonjol dan sarat filosofi.
- Upacara Pemangku Baru
Setiap kali desa memiliki pemangku adat yang baru dilantik, upacara khusus digelar sebagai bentuk penghormatan dan penyucian. Tradisi ini menegaskan pentingnya peran pemimpin spiritual dalam kehidupan warga.
- Tradisi Meyab
Momen panen padi bukan hanya soal hasil bumi, tetapi juga perayaan. Pada tradisi Meyab, masyarakat menggelar ritual sekaligus pertunjukan seni khas yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.
- Tradisi Berburu Babi Hutan
Ritual berburu ini dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan tombak. Selain menjaga tradisi, aktivitas ini juga berfungsi sebagai bentuk pengendalian hama yang merusak ladang.
- Tradisi Berladang Gotong-Royong
Semangat kebersamaan terlihat jelas dalam tradisi berladang, di mana warga turun ke lahan secara bersama-sama. Gotong-royong menjadi nilai yang terus dijaga dan menjadi pengikat hubungan antarpenduduk desa.
Selain tradisi tersebut, Desa Tiyingtali juga memiliki kesenian yang khas seperti tari rejang, tari janger, serta kidung sholawatan. Musik tradisional seperti gamelan bebonangan dan gong kebyar juga kerap mengiringi berbagai upacara.
Situs Budaya dan Peninggalan Bersejarah
- Pura Kahyangan Desa Tiyingtali
Merupakan pura utama desa yang dipercaya menyimpan pusaka peninggalan Kerajaan Gelgel kuno. Pura ini menjadi pusat spiritual sekaligus penjaga keseimbangan adat.
- Rumah Adat Bali Asli
Arsitektur rumah adat di desa ini masih mempertahankan bentuk kuno khas Bali Aga. Keberadaannya menjadi bukti nyata bagaimana tradisi masih bertahan di tengah perkembangan zaman.
- Candi Hindu Kuno
Di beberapa titik desa, masih terdapat sisa-sisa candi yang diperkirakan berasal dari abad ke-14 Masehi. Struktur batu yang tersisa memberi gambaran tentang masa awal penyebaran Hindu di kawasan ini.
- Makam Raja-Raja Gelgel
Desa Tiyingtali juga menyimpan makam raja-raja Gelgel yang telah berusia ratusan tahun. Lokasi ini menjadi salah satu situs paling bersejarah bagi masyarakat setempat.
- Peninggalan Petirtaan Suci
Petirtaan kuno yang masih ada hingga sekarang menunjukkan bagaimana masyarakat masa lampau menjaga kesucian diri melalui ritual pemandian.
- Hutan Keramat
Hutan desa dianggap memiliki aura mistis dan dipenuhi situs sakral. Hingga kini, masyarakat tetap menghormatinya sebagai tempat yang tidak boleh sembarang dijamah.
Tradisi yang terjaga, peninggalan sejarah yang masih berdiri, serta masyarakat yang memegang erat nilai leluhur menjadikan desa ini salah satu mozaik penting dalam kebudayaan Bali Aga.
Jika ingin merasakan Bali dengan wajah aslinya, Tiyingtali adalah salah satu tempat terbaik untuk memulainya.
