Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, secara simbolis mengukuhkan Duta Literasi Keuangan dari kalangan mahasiswa, pelajar, UMKM, disabilitas, dan masyarakat umum dalam acara peluncuran Sistem Informasi KLIK di Kantor OJK Provinsi Bali, Rabu (25/6). (istimewa)
Denpasar, 30 Juni 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui strategi kolaboratif. Pada Rabu (25/6), OJK Bali mengukuhkan Duta Literasi Keuangan serta meluncurkan Sistem Informasi Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KLIK) di Kantor OJK Provinsi Bali.
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, secara langsung mengukuhkan para duta literasi yang terdiri dari mahasiswa peserta KKN LIK, perwakilan segmen UMKM, penyandang disabilitas, pelajar, dan masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Kristrianti menekankan bahwa pemahaman terhadap manfaat dan risiko produk keuangan sangat penting sebelum masyarakat menggunakannya. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjadi agen perubahan melalui program KKN LIK.
“Menjadi mahasiswa yang cerdas saja tidak cukup. Kalian harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Duta Literasi Keuangan ini, mahasiswa bisa langsung terlibat dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh:
- I Nyoman Suarsana, Ketua LPPM Universitas Udayana
- I Nengah Suparta, Kepala LPPM Universitas Pendidikan Ganesha
- Desak Putu Oki Lestari, Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat Universitas Warmadewa
Ketiga kampus tersebut menjadi mitra resmi OJK Bali dalam pelaksanaan program KKN LIK 2025.
Peluncuran Sistem KLIK
Pada kesempatan yang sama, OJK Bali juga meluncurkan Sistem Informasi KLIK, platform digital untuk mendukung pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi program KKN LIK. Sebanyak 751 mahasiswa akan diterjunkan ke 50 desa di 8 kabupaten se-Bali.
Sebelum terjun ke lapangan pada periode Juli – Agustus 2025, para peserta telah mengikuti pembekalan dari OJK Bali. Pembekalan ini mencakup materi mengenai:
- Tugas dan fungsi OJK
- Karakteristik produk industri jasa keuangan
- Layanan perlindungan konsumen
- Waspada investasi dan pinjaman online ilegal
- Kejahatan keuangan digital
- Perencanaan keuangan sederhana
Selain itu, mahasiswa wajib menyelesaikan modul pembelajaran melalui Learning Management System Keuangan (LMSKU) OJK dan secara otomatis akan resmi menjadi Duta Literasi Keuangan OJK.
Capaian Program KKN LIK
Sejak diluncurkan pada tahun 2023, program KKN LIK telah menunjukkan capaian signifikan:
- 2023: 156 mahasiswa | 10 desa | 171 kegiatan | 8.848 penerima manfaat
- 2024: 677 mahasiswa | 40 desa | 472 kegiatan | 29.824 penerima manfaat
Tahun ini, cakupan diperluas dengan melibatkan 751 mahasiswa di 50 desa. Mereka akan melaksanakan kegiatan edukasi keuangan menyasar berbagai lapisan masyarakat seperti perangkat desa, ibu rumah tangga, pemuda, pelajar, dan pelaku UMKM. Para mahasiswa juga akan melakukan survei potensi ekonomi dan tingkat inklusi keuangan masyarakat desa.
Melalui sinergi antara OJK, perguruan tinggi, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara merata di Bali. Langkah ini penting untuk mendorong perluasan akses keuangan masyarakat, serta memperkuat fondasi ekonomi Bali yang berkelanjutan.
