Moment pertandingan SSB Manistutu United VS SSB Kancil Mas Karawang
Balidalamberita.com, BANDUNG, 1 Juli 2026 – Mental baja diperlihatkan anak-anak pemain SSB Manistutu United pada hari pertama Piala Dunia Anak Indonesia KU-12. Sempat menelan kekalahan dramatis di laga pembuka, namun mampu bangkit dengan menyapu bersih dua pertandingan berikutnya melalui permainan yang semakin solid dan penuh percaya diri.
Manistutu United mengawali turnamen dengan menghadapi Apex Football. Pertandingan berlangsung seimbang hingga memasuki menit-menit akhir. Di babak kedua, pasukan muda Manistutu United Bali bahkan terus bermain menekan dengan mengandalkan serangan dari 3 pemain depan, yakni Made Surya Pandu, Gede Vindra Permana Putra dan Tino.
Namun apa daya, saat satu poin sudah ada di depan mata, gawang Manistutu United justru kebobolan di 70 detik sebelum peluit panjang babak kedua ditiup wasit. Gol tersebut memupus harapan meraih poin pada laga perdana.
Namun, hasil itu tidak membuat semangat para pemain surut. Di pertandingan kedua melawan SSB Kancil Mas Karawang, anak-anak Manistutu bangkit dengan tampil lebih tenang dalam menguasai permainan. Serangan yang dibangun sejak menit awal di komandani oleh Made Surya Pandu, Tino dan Habibi akhirnya mampu menghasilkan satu gol indah yang berawal dari crossing dari sisi kanan yang disambut tandukan yang tidak bisa dijangkau oleh kiper SSB Kancil Mas Karawang.
Di Babak Kedua, Coach I Gede “Rahdur” Pujayadi memasukkan penyerang berbakat lain milik Manistutu United yakni Gede Vindra Permana Putra. Permainan semakin bervariasi dan Vindra banyak menerima aliran bola dari lini tengah yang digawangi Habibi, yang akhirnya mampu membuat sontekan yang menyentuh mistar gawang. Bola reborn, kembali disambar Vindra dan akhirnya gol.
Made Surya Pandu melengkapi kemenangan dengan menyarangkan satu gol cantik yang berawal dari akselerasi yang dilakukan dengan melewati 3 pemain lawan sekaligus. Kemenangan 3-0 dari SSB Kancil Mas Karawang menjadi titik balik yang mengembalikan kepercayaan diri tim.
Menghadapi SSB Al Fida Bengkulu yang memiliki karakter permainan cepat dan keras, kepercayaan diri pasukan muda Manistutu United Bali bangkit. Baru 20 detik setelah peluit panjang tanda kick-off dibunyikan, Manistutu United langsung menyarangkan bola lewat tendangan keras terukur ke gawang lawan dan Gol.
Serangan secepat kilat dan tendangan keras terukur yang sangat mengejutkan lawan. Gol kilat tersebut menjadi salah satu yang tercepat pada hari pertama Turnamen Nasional Piala Dunia Anak Indonesia 2026 KU-12 dan memperlihatkan determinasi pasukan muda Manistutu United Bali bahkan sejak detik pertama pertandingan dimulai.
Di luar lapangan, dukungan tak henti-hentinya mengalir dari para orang tua yang hadir langsung di tribun. Sepanjang pertandingan, sorakan penyemangat, tepuk tangan, hingga yel-yel terus menggema mengiringi setiap perjuangan para pemain Manistutu United. Kehadiran mereka nyata memberikan energi tambahan bagi anak-anak Manistutu yang harus menjalani tiga pertandingan sekaligus di hari pertama.
Salah seorang perwakilan orang tua mengaku bangga melihat semangat juang yang ditunjukkan para pemain.”Sangat menegangkan melihat anak-anak bermain, melihat mereka bermain dengan begitu antusias dan bersemangat melalui kebangkitan di babak pertandingan kedua dan ketiga, pokoknya top,” tuturnya.
Kemenangan dua kali beruntun membawa SSB Manistutu United Bali bercokol di peringkat 4 klasemen sementara nasional, kalah poin dari Young Warrior Apollo di peringkat 1, Football School Nusantara di peringkat 2 dan Assa Pro SS di peringkat ke tiga Klasemen Sementara.
Dua kemenangan yang diraih pada hari pertama menjadi modal berharga bagi SSB Manistutu United Bali untuk menatap pertandingan berikutnya. Perjalanan di Piala Dunia Anak Indonesia KU-12 memang masih panjang, karena masih ada 5 pertandingan lain yang harus dilakoni pada babak penyisihan hingga tanggal 3 Juli 2026.
Head Coach SSB Manistutu United Bali I Gede “Rahdur” Pujayadi menyampaikan apresiasi atas kerja keras anak anak Manistutu United di lapangan. Semangat tidak mudah menyerah yang ditunjukkan meskipun sempat mengalami kekalahan di pertandingan pertama, namun bisa bangkit di pertandingan kedua dan ketiga membuktikan kekuatan mental pasukan Muda Manistutu United KU-12. “Kami mohon doa dan dukungan” pungkas coach muda asal Banjar Tunas Mekar Desa Manistutu ini.
