potret tradisi Meprani di Bali (sumber foto: denpasarkota.go.id)
Balidalamberita.com, DENPASAR – Meprani adalah salah satu tradisi yang ada di Bali.
Sesajen yang ada dalam Tradisi Meprani di beberapa tempat memiliki perbedaan.
Ada yang menyerupai seperti gebogan, bahkan ada yang seperti banten dengan lalapan berupa nasi dan lauk pauk, namun ada juga yang hanya menggunakan nasi serta lauk saja.
Seperti tradisi Meprani yang berada di Pura Panti Sari, Banjar Tegalkualon yang kerap menyelenggarakannya ketika piodalan yang bertepatan dengan Pagerwesi.
Pengempon Pura akan membawa suatu Prani dengan nasi dan lauk ataupun makanan lain yang ada di pura.
Selanjutnya usai diadakannya Prani di haturkan pada halaman pura kemudian dilanjutkan dengan pengempon pura nunas Prani yang sudah di haturkan.
Selanjutnya melakukan duduk di halaman pura dengan anggota keluarga.
Pada kesempatan tersebut, bisa melakukan makan sambil mengobrol bersama dengan keluarga lainnya yang duduk bersebelahan.
Bahkan pada kesempatan tersebut, beberapa orang melakukan tukar menukar lauk dan hanya sekedar untuk mencicipinya.
Tradisi terserah dianggap sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Sang Hyang Widhi yang diharapkan menjadi wadah dalam mempererat tali persaudaraan terutama diantara pengempon pura.(*)
