Oktober 15, 2026
Lawar Don Jepun dan Tari Kupu-Kupu Kuning

Desa Dukuh Penaban (Sumber Foto: bali.jadesta.com)

Balidalamberita.com, KARANGASEM – Desa Dukuh Penaban adalah desa wisata yang berlokasi di Bali. Desa tersebut menjadi salah satu tujuan wisata bagi pengunjung baik lokal maupun mancanegara.

Kebudayaan dan adat istiadat yang ada di Desa Dukuh Penaban secara turun temurun tetap terjaga dengan baik hingga sekarang ini.

Desa adat ini berlokasi di wilayah Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Pengunjung ini bisa berkunjung ke tempat ini dari pukul 8 pagi – 5 sore.

Berikut penjelasan tentang daya tarik wisata dari daerah ini, yaitu:

  1. Memiliki Tarian Sakral

Pada acara pengukuhan menjadi desa wisata yang berlangsung pada 2017, warga desa setempat menampilkan tarian sakral bernama Tari Kupu-Kupu Kuning.

Tarian tersebut adalah salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari Bali dan mempunyai makna yang sangat penting.

Biasanya, pementasan ini dilakukan oleh para lelaki dan biasanya dipentaskan saat piodalan.

Gerakan Tari Kupu-Kupu Kuning memiliki perbedaan daripada tarian lainnya yang mengenakan pakaian serba kuning, kipas, dan keris.

  1. Desa Dukuh Penaban memiliki pemandangan yang indah.

Pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam sekitar dengan melintasi jalur trekking sekitar persawahan dan meneruskan perjalanan ke puncak Bukit Jongkok.

Puncak Bukit Bongkok di Karangasem memiliki pemandangan yang indah bagi pengunjung.

Dari atas bukit tersebut, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung pantai dan laut yang ada di Karangasem.

Bukan hanya itu, pemandangan alam yang indah juga bisa pengunjung nikmati di Gunung Agung.

  1. Berkunjung ke Tempat Penting

Selain itu, wisatawan bisa menghabiskan waktu di Museum Lontar.

Pengunjung juga bisa mempelajari seni membaca lontar yang menjadi salah satu tradisi pada masa lampau.

Jika perlu, pengunjung bisa mempelajari cara dalam pembuatan surat lontar.

  1. Berbagai Kuliner Enak yang Bisa Dicicipi

Para pengunjung dapat menikmati lawar yang berbeda daripada lawar yang ada di tempat lain, diberikan nama yaitu lawar don jepun.

Lawar tersebut terbuat menggunakan bahan utama berupa daun kamboja.

Lawar don jepun yang merupakan kuliner unik dari Desa Dukuh Penaban bukan hanya enak.

Makanan khas ini memiliki sejarah penting. Terlebih lagi, eksistensi dari kuliner ini mempunyai hubungan penting dengan keberadaan Pura Puseh Dukuh Penaban yang dibangun pada 1658 silam.

Ketika proses pembangunan Pura Puseh Dukuh Penaban, masyarakat desa gotong royong melakukan pembangunan pura dan mereka juga turut membawa menu utama yaitu nasi dan lawar don jepun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *