
Balidalamberita.com, BADUNG – Piodalan atau odalan adalah suatu upacara adat yang dirayakan oleh umat Hindu Bali pada peringatan suci. Piodalan sebagai bentuk persembahan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa dan beserta seluruh manifestasinya.
Waktu penyelenggaraan tradisi adat di masing-masing pura tentunya berbeda-beda. Ada yang menyelenggarakan tradisi ini setiap 6 bulan sekali, bahkan ada juga yang setahun sekali.
Biasanya, hari piodalan menurut perhitungan sasih yang merujuk dalam kalender Saka atau menurut perhitungan penanggalan di Bali yang berlangsung setiap 6 bulan (210 hari) sekali.
Piodalan dibagi kedalam dua, yaitu piodalan alit (nyanang) serta piodalan ageng. Piodalan ageng biasanya bisa diikuti oleh seluruh warga di dalam atau luar desa adat untuk berbagai dadia (klen).
Lantas apa makna, tujuan, dan syarat Piodalan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Makna dan Tujuan Piodalan
Piodalan berasal dari kata “wedal” yang merupakan keluar atau lahir. Sehingga, piodalan atau odalan merupakan hari peringatan didirikannya sebuah bangunan suci dan pura.
Peringatan atau piodalan yang pelaksanaannya dari umat Hindu Bali yang kerap dikatakan sebagai istilah pujawali, petoyan, dan petirtaan.
Selama berlangsungnya piodalan, yang merupakan upacara Dewa Yadnya, Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan adalah tujuan dalam pemujaan yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali.
Bagi umat Hindu Bali, piodalan wajib dilakukan sebagai wujud bhakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi. Upacara tersebut memiliki tujuan dalam mewujudkan kehidupan harmonis serta sejahtera lahir batin.
Syarat Piodalan (Odalan)
Ada 7 syarat Satwika Yadnya suatu piodalan ataupun Dewa Yadnya diselenggarakan, yaitu:
- Annasewa: melakukan yadnya melalui persembahan jamuan makan terhadap para tamu yang hadir.
- Daksina: menyelenggarakan yadnya melalui sarana upacara.
- Lascarya: menjalankan yadnya dengan penuh keikhlasan.
- Mantra dan Gita: menyelenggarakan yadnya melalui lantunan lagu-lagu suci sebagai pemujaan.
- Nasmita: menjalankan yadnya dengan tujuan bukan dalam memamerkan kemewahan atau kekayaan.
- Sastra: melakukan yadnya yang berlandaskan menurut sumber sastra (Sruti, Smrti, Sila, Acara, serta Atmanastuti).
- Sraddha: menjalankan yadnya yang penuh dengan keyakinan.
Itulah tadi penjelasan tentang makna, tujuan, dan syarat Piodalan yang bisa kami sampaikan.
