
Balidalamberita.com, GIANYAR – Bali United harus mengakui keunggulan Persib Bandung setelah takluk dengan skor tipis 0-1 dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 yang berlangsung sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Kekalahan ini terasa pahit bagi Serdadu Tridatu, bukan
hanya karena terjadi di kandang sendiri, tetapi juga karena titik baliknya didominasi oleh faktor non-teknis yang krusial: Kartu Merah Kontroversial.
Penyebab tunggal yang paling diakui oleh kedua belah pihak, baik Pelatih Bali United Johnny Jansen maupun Pelatih Persib Bojan Hodak, adalah kartu merah yang diterima gelandang Bali United, Mirza Mustafic, pada menit ke-67.
Mustafic diganjar kartu merah langsung setelah wasit meninjau pelanggarannya terhadap Uilliam Barros melalui Video Assistant Referee (VAR).
Pelanggaran tersebut dinilai berbahaya karena Mustafic menjulurkan telapak sepatunya, meskipun sang pemain baru masuk lapangan beberapa menit sebelumnya.
Kehilangan satu pemain di pertengahan babak kedua menjadi petaka besar bagi tuan rumah. Bali United yang awalnya mampu mengimbangi Persib, terpaksa mengubah skema dan bermain bertahan total.
Pelatih Johnny Jansen bahkan menyatakan kekecewaannya, menilai situasi menjadi “tidak seimbang” setelah insiden tersebut.
Keunggulan jumlah pemain ini adalah momentum yang dimanfaatkan secara optimal oleh Persib Bandung untuk mendominasi penguasaan bola dan melancarkan serangan bertubi-tubi.
Persib Bandung di bawah asuhan Bojan Hodak menunjukkan kematangan taktik dalam memanfaatkan situasi yang menguntungkan. Bojan melakukan pergantian pemain yang sangat efektif, terutama dengan masuknya Andrew Jung dan Beckham Putra.
Kedua pemain pengganti ini menjadi arsitek dan eksekutor gol kemenangan Maung Bandung di menit ke-84. Umpan terukur dari Beckham Putra berhasil ditanduk sempurna oleh Andrew Jung ke pojok gawang Mike Hauptmeijer.
Dengan Persib bermain 11 lawan 10, masuknya pemain dengan energi baru seperti Beckham dan Jung membuat lini pertahanan Bali United yang sudah kelelahan dan kekurangan jumlah pemain, semakin kewalahan dalam menjaga area pertahanannya.
Meskipun Persib tampil lebih dominan, Bali United bukannya tanpa peluang. Di babak pertama yang masih berjalan seimbang, Serdadu Tridatu memiliki beberapa kesempatan emas untuk mencetak gol pembuka, termasuk melalui skema serangan balik cepat.
Beberapa peluang, salah satunya melalui Rahmat Arjuna, belum mampu dikonversi menjadi gol karena penyelesaian akhir yang kurang maksimal atau sigapnya pertahanan Persib yang dikawal oleh duet Julio Cesar dan Kakang Rudianto.
Kiper Persib, Teja Paku Alam, tampil disiplin dan solid, meredam setiap serangan yang datang, terutama di tengah kondisi lapangan yang basah akibat guyuran hujan deras.
Kegagalan Bali United memecah kebuntuan di babak pertama membuat tensi permainan semakin tinggi, hingga akhirnya momentum berpihak pada tim tamu setelah insiden kartu merah.
