
Balidalamberita.com, BADUNG – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Banjar Dinas Batu Kori, Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali, mencapai tahap pembangunan sekitar 5 persen. Kawasan tersebut diharapkan dapat sebagai pusat kesejahteraan baru untuk nelayan Bali.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komjen Pol Lotharia Latif, menyebutkan Kampung Nelayan Merah Putih di Karangasem sebagai satu-satunya kampung nelayan yang berlokasi di Bali dengan konsep pembangunan yang terpadu.
Selain sebagai pusat kawasan pelelangan ikan, tempat ini memiliki fasilitas pendukung yang lengkap seperti sarana penyimpanan hasil laut, pabrik es, dan gudang pendingin.
“Agar ketika terjadi masa panen ikan yang jumlahnya cukup banyak, bisa disimpan dulu agar harga jualnya tetap stabil tidak terlalu murah di pasaran,” ucap Latif ketika berkunjung ke Karangasem, Selasa, 7 Oktober 2025.
Ia mengungkapkan, Karangasem terpilih untuk dibangun kampung ini karena sebagian warganya memiliki mata pencaharian sebagai seorang nelayan.
Bahkan dari 17.000 nelayan yang tinggal di Bali, ada 5.000 masyarakat di antaranya berasal dari Karangasem.
“Jadi untuk di Bali kami pilih Karangasem menjadi percontohan. Selain karena warganya berprofesi sebagai nelayan, pemerintah daerahnya juga memberikan dukungan dan lahannya ada,” ucapnya.
Jika kampung Karangasem ini sukses dibangun, menurutnya kawasan lainnya di pulau Dewata juga akan dibangun menjadi Kampung Nelayan Merah Putih yang serupa.
“Pak Presiden memerintahkan supaya pada 2025 ini ada 100 Kampung Nelayan yang dibangun dan mengalami penambahan jadi 1.000 pada 2026 nanti,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan kampung tersebut bukan sekadar tempat sandar perahu, namun pusat ekonomi baru untuk warga pesisir.
Jika memiliki kelengkapan pelabuhan dan dikelola profesional, wilayah tersebut bisa meningkatkan produksi, pendapatan nelayan, dan membuka peluang wisata tematik yang berbasis bahari.
“Jika itu dapat berjalan, tentunya para pelaku UMKM akan melibatkan diri didalamnya dan kesejahteraan warga akan semakin meningkat,” ucapnya.
Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Karangasem, I Made Sugiartha, mengungkapkan jumlah tangkapan ikan yang berasal dari nelayan Karangasem dapat mencapai sekitar 26-28 ribu ton per tahun.
Bahkan pada satu wilayah tangkapannya dapat memperoleh 100 ton per hari ketika puncak musim panen tiba.
“Semoga melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Seraya Timur dapat mensejahterakan para nelayan setempat,” ucap Sugiartha.
Ketika puncak musim panen, para nelayan biasanya melakukan penjualan ikan melalui harga yang murah jika dijual di pasaran. Tentunya hal ini cukup merugikan bagi para nelayan.
