Bale Dauh, rumah adat Bali (sumber foto: student-activity.binus.ac.id)
Balidalamberita.com, DENPASAR – Bali, sebagai salah satu pulau paling ikonik di Indonesia, dikenal memiliki budaya tradisional yang kental, termasuk dalam hal arsitektur rumah adatnya.
Pulau ini menyimpan beragam rumah adat dengan fungsi, struktur, dan filosofi yang khas. Dalam buku Penerapan Konsep Sosial dan Behavior Setting di Rumah Adat Bali karya Roosandriantini dan Meilan, dijelaskan bahwa pembangunan rumah adat Bali mengedepankan konsep sosial, yang menciptakan interaksi antaranggota keluarga maupun antarwarga masyarakat.
Berikut empat rumah adat Bali yang wajib kamu ketahui, terutama jika kamu ingin mengenal lebih dekat budaya Bali:
1. Angkul-angkul
Angkul-angkul berfungsi sebagai pintu masuk utama ke area rumah.
Bentuknya menyerupai Candi Bentar dan memiliki atap dari rumput kering sebagai penghubung. Biasanya, bangunan ini berdiri di bagian paling depan dari sebuah rumah adat Bali.
2. Aling-aling
Aling-aling berperan sebagai pembatas antara angkul-angkul dan halaman rumah.
Bangunan ini dipercaya mampu menghalau energi negatif masuk ke rumah.
Ciri khasnya adalah tembok setinggi sekitar 150 cm yang terbuat dari batu, dan biasanya diposisikan secara strategis sebagai pelindung spiritual.
3. Bale Dauh
Bale Dauh terletak di bagian barat rumah utama.
Masyarakat Bali menggunakan bangunan ini sebagai tempat menerima tamu dan tempat tidur anak laki-laki remaja.
Selain itu, Bale Dauh juga sering difungsikan untuk kegiatan sosial keluarga, seperti berdiskusi atau menyambut tamu penting.
4. Bale Manten
Bale Manten biasanya dihuni oleh kepala keluarga atau anak perempuan yang belum menikah.
Fungsi utamanya adalah untuk menjaga kesucian dan kehormatan anggota keluarga perempuan. Letaknya pun cukup strategis, mencerminkan status dan kehormatan dalam struktur keluarga Bali.
