Balidalamberita.com, GIANYAR–Konglomerat Hermanto Tanoko ikut meramaikan bisnis akomodasi wisata di Bali dengan membangun hotel Vasa Ubud di Payangan, Kabupaten Gianyar senilai Rp1 triliun.
Kiprah ekspansi salah satu pemilik cat Avian ini dilakukan lewat emitten berkode RISE yakni PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa, Tbk. (TANRISE). Vasa Ubud berdiri di atas lahan suci seluas 70.391 m² (7,39 Hektar) yang berbatasan langsung dengan tebing eksotis Sungai Ayung, Ubud dan direncanakan akan baru beroperasi pada tahun 2029 mendatang. VASA, UBUD akan menghadirkan 41 unit Private Luxury Villas dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan ukuran sangat luas mulai dari 48 m².
“Kehadiran VASA, UBUD tidak hanya menjadi bukti nyata dari kapabilitas solid RISE di industri hospitality dalam negeri untuk bersaing di level tertinggi, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan wellness tourism kelas dunia di Bali,”ungkap ungkap Komisaris Utama PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa, Tbk. / RISE) Hermanto Tanoko usai prosesi peletakan batu pertama ini dihadiri oleh jajaran direksi VASA dan manajemen RISE, di Gianyar, pada Jumat, 16 Juli 2026.
Rise melibatkan konsorsium profesional papan atas yang bersinergi dalam pembangunan, di antaranya PT. China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama, Duta Cermat Mandiri (Architect & Landscape Consultant), Hadiprana (Interior & Lighting Consultant), Benjamin Gideon & Associates (Structural Engineer), Makesthi Enggal Engineering (MEP Consultant), serta Rekagriya (Quantity Surveyor). Vasa Ubud dirancang dengan kepadatan bangunan yang sangat rendah (low-density) untuk menjaga kemewahan ruang dan privasi mutlak
Properti ini juga akan dilengkapi fasilitas ultra-luxury yang siap menantang standar tertinggi industri saat ini, mulai dari fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi Sungai Ayung, hingga fasilitas helipad pribadi. Arsitektur Progresif dan Komitmen Keberlanjutan Keunikan arsitektur VASA, UBUD tercermin melalui konsep koridor pejalan kaki serta memberikan pengalaman magis menyusuri pemandangan dengan panorama visual yang berubah di setiap sudut. Fasad bangunan menggunakan batu berundak modern yang terinspirasi dari formasi pilar monumental tradisional Bali. Lebih dari sekadar akomodasi mewah, properti ini menerapkan prinsip sustainable design yang progresif, termasuk revitalisasi total saluran air alami di tengah kawasan, pemakaian solar panel, sistem daur ulang sirkulasi air cerdas antar kolam, serta pemanfaatan tanaman organik mikro pada atap bangunan.
“Di Ubud, kami tidak sekadar membangun akomodasi mewah; kami sedang mengukir ‘legacy’—sebuah wadah di mana kemewahan modern tunduk pada keindahan alam dan kearifan lokal,” jelasnya.
VASA, UBUD dirancang untuk menjadi tolok ukur baru bagi ‘transformative luxury’ dunia. Melalui komitmen keberlanjutan lingkungan, penciptaan lapangan kerja yang masif bagi masyarakat lokal, serta kurasi pengalaman menginap yang sangat autentik, VASA, UBUD siap berdiri tegak sebagai ikon baru pariwisata premium Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham. CEO Vasa Devina Konatra menekankan dengan konsep yang mereka usung, jaringan hotel ini akan tetap dapat bersaing dengan pelaku lain yang sudah ada di Bali.
