Pemandangan Pura di Desa Sidetapa di Bali (Instagram @desa_sidetapa27)
Balidalamberita.com, BULELENG – Desa Sidetapa di Bali merupakan salah satu desa Bali Aga yang berdiri pada tahun 785 Masehi.
Desa Sidetapa berasal dari kata “side” atau bisa serta “tapa” adalah bertapa dan bersemedi.
Desa tersebut masih mempertahankan tradisi, kepercayaan dan melestarikan warisan yang secara turun temurun dari para leluhurnya.
Desa yang berlokasi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali tentunya menawarkan keindahan alam yang memukau. Desa Sidetapa memiliki beberapa hal menarik, adalah:
Sejarah Desa Sidetapa tercatat pada masa pemerintahan Raja Maya Danawa di zaman Kerajaan Bedahulu yang sangat dipuja oleh penduduk setempat karena bersifat tirani.
Di desa Sidetapa membangun suatu lokasi pemujaan dewa-dewa di tempat tinggalnya masing-masing.
Dewa dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan Ida Panembahan di Desa Sidetapa yang mempunyai kekuatan 8 taksu yang memiliki penghormatan ketika upacara adat berlangsung, seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Pura Parahyangan Taman Kayuan Mas di Tukad Tibu Sagi atau Mampeh merupakan tempat suci bagi pembersihan dan melasti, dengan adanya upacara pakiisan kauh yang diadakan 3 tahun sekali untuk menyucikan upacara tersebut.
Tempat suci Kahyangan Batu Kerotok yang berlokasi di desa Sidetapa terdiri dari kumpulan batu yang memiliki ukuran kecil yang ada di tepi tebing tanpa mempunyai pelinggih dengan kekuatan suci.
Jika ingin ke bangunan suci di desa ini maka perlu meminta izin terlebih dahulu, selain itu desa Sidetapa tidak memiliki konsep Tri Kahyangan.
