Oktober 15, 2026
Gubernur Koster kerja keras

Balidalamberita.com, GIANYAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Bali wajib bekerja keras dan kreatif untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan dan program strategis 2025–2030. Hal ini disampaikan saat memberi pengarahan di Wantilan Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar, Kamis (10/7).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta seluruh pejabat eselon II, III, IV, dan pejabat fungsional Pemprov Bali.

“Saya tidak akan santai di periode kedua. Justru saya akan bekerja lebih cepat, keras, dan tajam. Ini momen strategis untuk merealisasikan seluruh program demi mewujudkan Bali 100 tahun,” tegas Koster.

Ia meminta jajarannya meninggalkan budaya kerja santai dan saling menunggu. “Sudah tidak zaman kerja ngoyo dan lambat. Semua ambil bagian. Harus punya inisiatif dan skema jelas dalam mengeksekusi program,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

Gubernur asal Desa Sembiran itu juga mengungkapkan, 48 tonggak pembangunan telah tercapai pada periode pertama melalui 21 Perda, 27 Pergub, dan 5 Surat Edaran. Kini, seluruh pondasi tersebut harus diimplementasikan secara maksimal.

Program Super Prioritas: Sampah, Kemacetan, dan Turis Nakal

Koster menekankan perlunya percepatan program super prioritas, terutama penanganan sampah plastik, kemacetan, dan wisatawan asing nakal.

Ia menargetkan implementasi optimal dari Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang pembatasan plastik sekali pakai dan Pergub No. 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Pemprov Bali akan memberi insentif Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar bagi desa/Desa Adat yang sukses menangani sampah. Sementara hotel dan tempat usaha publik akan diganjar penghargaan.

Untuk mengurai kemacetan, Gubernur Koster telah memerintahkan Dinas Perhubungan menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang. “Rencana cepat berupa pengalihan arus dan koordinasi kabupaten/kota. Jangka panjang, kita akan bangun underpass, jalan baru, serta mempercepat sistem transportasi massal,” ujarnya.

Ketegasan di Pariwisata dan Transportasi

Koster juga menyoroti pentingnya penertiban transportasi dan perilaku wisatawan. Ia menegaskan ratusan turis asing nakal telah dideportasi pada periode pertamanya. “Pengusaha transportasi yang melanggar aturan juga akan ditindak tegas,” katanya.

Menurutnya, seluruh langkah ini merupakan wujud kecintaan dan tanggung jawab kepada Bali. “Saya bertanggung jawab menjaga kepercayaan rakyat Bali. Jadi mari kita bekerja lurus, fokus, dan jauhi perbuatan tercela,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *