
Balidalamberita.com, TABANAN – Burung Jalak Bali dikenal sebagai burung ikonik khas Pulau Bali yang sangat langka dan dilindungi oleh pemerintah.
Saat ini keberadaan burung tersebut bisa kamu temukan hidup di lingkungan alam terbuka yang dibiarkan bebas di Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Waktu terbaik supaya bisa mengunjungi Kampung Jalak Bali adalah siang hingga sore hari.
Keberadaan Wisatawan
Wisatawan yang datang ke sana biasanya merupakan masyarakat lokal terutama pecinta burung.
Bahkan, ada yang berasal dari luar Bali hanya untuk melihat keberadaan habitat jalak Bali yang berada di desa tersebut.
Walaupun dianggap sebagai burung liar, jalak Bali di Desa Tengkudak ini dikenal jinak dan sangat mudah bergaul dengan wisatawan yang berkunjung ke sana.
Burung-burung tersebut mudah mendekat saat melihat adanya manusia, terutama ketika wisatawan membawa makanan, seperti jangkrik atau pepaya dan cepaka.
Burung Jalak Bali bisa mendekati pengunjung hanya dengan siulan dan memberikan makanan kesukaan mereka.
Fasilitas yang Tersedia
Pengunjung yang ingin ke tempat ini tidak harus membeli tiket masuk, tetapi memberikan donasi secukupnya saja.
Namun sayangnya, fasilitas pendukung seperti ruang informasi pemandu pariwisata, toilet atau wc, dan tempat parkir di Desa Tengkudak belum tersedia.
Menjadi Kawasan Konservasi
Masyarakat Desa Tengkudak membentuk kawasan konservasi yang dikenal dengan nama Kampung Jalak Bali yang dijaga ketat oleh masyarakat Banjar Tingkihkerep berjumlah 107 kepala keluarga (KK).
Kampung Kampung Jalak Bali tersebut berada di kawasan terpencil karena akses perjalanan utama yang hanya mempunyai satu jalur saja dan dikelilingi persawahan serta hutan yang luas.
