Oktober 15, 2026
4

Sumber Foto: kemenparekraf.go.id

Balidalamberita.com, DENPASAR – Desa Wisata Jatiluwih merupakan sebuah wilayah geografis dengan keindahan budayanya yang memukau di balik lereng Batukaru. Desa ini berada di ketinggian sekitar 685 m di atas permukaan laut. Desa tersebut berlokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia.

Pada 29 Juni 2012 Jatiluwih memperoleh pengakuan internasional saat sistem pengairan sawah tradisionalnya yang dikenal dengan nama Subak. Subak diakui oleh UNESCO menjadi salah satu dari Warisan Budaya Dunia.

Sistem Subak tersebut berpedoman dalam ajaran Tri Hita Karana pada Agama Hindu yang mencerminkan keseimbangan serta keharmonisan diantara sesama manusia, alam dan juga spiritualitas.

Desa ini berdiri sejak abad ke-11, subak tidak hanya sistem irigasi namun filosofi hidup yang menekankan dalam harmonisasi dan keberlanjutan.

Desa ini dikelilingi oleh hutan lindung dengan luas mencapai 24 hektar dan dikenal sebagai rumah untuk berbagai macam spesies flora serta fauna endemik.

Seperti halnya beragam jenis burung langka serta hewan misalnya kukang jawa yang kerap terlihat oleh wisatawan. Hewan-hewan tersebut muncul ketika mendaki ataupun bersepeda dengan jalur setapak yang dikenal membelah hutan hingga sawah.

Desa ini bukan hanya menawarkan pemandangan sawah terasering saja yang dikenal memukau. Desa tersebut juga menjadi tempat di mana wisatawan bisa menikmati berbagai kegiatan luar ruang, misalnya tracking atau bersepeda.

Desa Jatiluwih juga kerap mengadakan festival serta upacara tradisional sehingga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini bisa merasakan kekayaan budaya lokal yang disajikan dari tempat ini.

Itulah penjelasan singkat terkait desa wisata Jatiluwih yang sangat menarik untuk dikunjungi ketika berada di Bali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *