Oktober 15, 2026
IMG-20260919-WA0002

​NUSA DUA — Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh skuad Manistutu United KU-10 pada partai puncak Piala Merdeka. Setelah melalui laga sengit dan menguras emosi melawan Putra Dewata Bali (PDB), langkah Manistutu United KU-10 harus puas mengakhiri turnamen di posisi runner-up usai kalah dalam babak adu penalti.​

Pertandingan final yang mempertemukan kembali dua tim terbaik ini berlangsung sangat ketat sejak awal. Manistutu United KU-10 tampil solid dengan memperagakan disiplin taktik tinggi di semua lini. Gelombang serangan yang digalang oleh Manistutu United berulang kali mengancam pertahanan lawan, sementara barisan pertahanan mereka juga tampil kokoh menghalau setiap bahaya. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal dibunyikan, skor kacamata 0-0 tetap tidak berubah.​

Sesuai regulasi turnamen, penentuan gelar juara harus dilanjutkan melalui drama adu penalti. Pada babak tos-tosan yang penuh tekanan ini, keberuntungan belum berpihak kepada Manistutu United KU-10. Skuad muda Manistutu United harus mengakui keunggulan PDB dalam eksekusi penalti.​

Meski harus merelakan gelar juara, pencapaian Manistutu United KU-10 sepanjang ajang Piala Merdeka sangat luar biasa dan patut diapresiasi. Berhasil menembus babak final dengan rekor impresif—termasuk catatan clean sheet serta pesta gol di fase gugur—membuktikan dominasi dan potensi besar yang dimiliki akademi Manistutu United.​

Hasil ini menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda Manistutu United KU-10 untuk terus berkembang, mengasah mental bertanding, dan kembali lebih kuat di turnamen-turnamen mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *