BaliDalamBerita.com – Bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei 2023, Aliansi Mahasiswa Papua kembali bentrok dengan Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali.
Bentrokan kali ini terjadi karena PGN kembali berupaya mencegah aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berencana melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Renon, Jalan Hang Tuah – Renon, Denpasar. Sebelumnya, masa AMP yang berjumlah sekitar 40 orang berkumpul di parkir timur Lapangan Renon bersiap melakukan aksi unjuk rasa sekitar jam 09.00 Wita.
Sebelumnya, Ketua PGN Bali, Daniar Tri Sasongko sudah menegaskan akan menolak aksi unjuk rasa AMP yang diduga membawa agenda memperingati 60 tahun pencaplokan bangsa West Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara paksa atau aneksasi. Selain itu, aksi ini diduga juga menuntut kemerdekaan Papua Barat.

PGN secara konsisten melakukan kontrol dengan menolak bahkan menghalangi unjuk rasa ilegal yang dilakukan oleh AMP. Hal ini menurutnya dilakukan sebagai sebuah tindakan bela negara. “PGN menolak tegas aksi demonstrasi AMP yang merongrong kedaulatan NKRI”tegasnya.
Selain PGN, Ngurah Harta, Pendiri Perguruan Sandi Murti juga menyatakan ketegasannya menghalau aksi AMP”Jika sudah mengganggu ketentraman, kita pasti turun”tandasnya.
Ngurah Harta yang selalu berada di barisan depan, bahkan menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh AMP adalah pelanggaran hukum berat yang patut ditindak tegas oleh kepolisian.
Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa yang dilaksanakan pada 1 Apriil 2023, penolakan atas aksi unjuk rasa AMP oleh Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan ormas lain dibalas dengan aksi kekerasan yang menimbulkan jatuhnya korban, salah satunya adalah pentolan PGN Bali, Gus Yadi yang mengalami dislokasi pada tulang bahu.
Bentrokan kali ini terjadi persis didepan Kantor BPBD Kota Denpasar. Bentrokan dilakukan dengan baku pukul tangan kosong, hingga bersenjata batu dan kayu. Pihak keamanan tampak berusaha mengenalikan masa dan meredam suasana bentrok kedua belah pihak.
